Rabu, 10 Juli 2013

Sistem Reproduksi pada Hewan

2.2.1 Reproduksi pada Invertebrata
1. Perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
• Membelah diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu selmenjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
• Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
• Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
• Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera
• Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut
2. Perkembangbiakan seksual
Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
2. Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas konjugasi dan anisogami.
o Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
o Anisogami, yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
Pembiakan seksual lainnya dapat kita temukan pada:
Hydra
Selain berkembang biak secara aseksual (bertunas) Hydra juga dapat berkembang biak secara seksual. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan testis dan ovarium, yang terdapat pada satu tubuh (hermafrodit). Alat tersebut masing-masing menghasilkan spermatozoid dun ovum. Hasil pembuahannya adalah zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi hewan baru.
Cacing pita
Tubuh cacing pita terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Pada setiap proglotid terdapat ovarium yang menghasilkan ovum dan testis yang menghasilkan sel sperma. Bila sel telur dan sel sperma sudah masak, maka terjadilah pembuahan didalam proglotid yang menghasilkan zigot.


Cacing tanah
Dalam tubuh cacing tanah terdapat beberapa segmen yang kulitnya menebal disebut klitelum. Dalam segmen tersebut terdapat testis yang membentuk spermatozoid, dan ovarium yang membentuk ovum. Walaupun ovum dan spermatozoid terdapat dalam satu tubuh, cacing tanah tidak pernah mengadakan pembuahan sendiri, tetapi melakukan perkawinan dengan mempertukarkan spermatozoid (perkawinan silang).

Serangga
Pada beberapa jenis serangga, misalnya lebah madu (Apis indica), terdapat koloni yang terdiri atas ratu yang fertil, pejantan fertil dan mati setelah kawin, dan pekerja yang mandul (steril). Pada waktu kawin, sperma dari jantan disimpan dalam kantung sperma di induk betina. Sperma ini merupakan cadangan sperma selama ratu hidup. Bila telur yang telah matang dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan berkembang menjadi calon ratu, calon pekerja atau prajurit, sedangkan yang tidak dibuahi (partenogenesis) akan berkembang menjadi pejantan. Lebah pekerja dan prajurit menjadi mandul (streril) karena pengaruh lingkungan, yaitu kurang makan.
2.2.2 Reproduksi pada Vertebrata
Vertebrata hanya dapat berkembang biak secara kawin (seksual), yaitu melalui peleburan antara ovum dan spermatozoid. Pembuahan pada vertebrata dapat terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Bila terjadi di luar tubuh disebut fertilisasi eksternal, misalnya pada ikan dan katak. Bila pembuahannya terjadi di dalam tubuh disebut fertilisasi interna. Misalnya pada reptilia, burung, dan hewan menyusui.
Perkembangbiakan pada vertebrata dapat dibedakan atas:
1. Ovipar (bertelur), ialah hewan yang meletakkan telur di luar tubuhnya. Embrio berkembang di dalam telur dan memperoleh sumber makanan dari cadangan makanan dalam telur. Misalnya ikan, burung, amfibia, dan sebagian reptilia.
2. Ovovivipar (bertelur-beranak), ialah hewan yang menghasilkan telur, dan embrio berkembang dalam telur. Pembeda dengan ovipar adalah kelompok hewan ovovivipar tidak mengeluarkan telurnya dari dalam tubuh. Jadi embrio tetap tumbuh di dalam telur tetapi tetap berada di dalam tubuh induk. Saat menetas dan keluar dari tubuh induknya tampak seperti melahirkan. Misalnya, ikan Hiu, kadal, dan beberapa jenis ular.
3. Vivipar (beranak), ialah hewan yang melahirkan anaknya. Embrio berkembang di dalam tubuh induknya dan mendapatkan makanan dari induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari). Misalnya, manusia dan hewan menyusui lainnya.


DAFTAR PUSTAKA

David. 2011. http://konservasi-laut.blogspot.com/2011/06/sistem-reproduksi-pada- tumbuhan.html. 26 Mei 2013.
Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
-------.2006. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.

Senin, 01 Juli 2013

Sistem Reproduksi pada Tumbuhan

Reproduksi pada tumbuhan berlangsung melalui 2 cara yaitu vegetatif dan generatif.
Reproduksi secara vegetatif
1. Reproduksi secara vegetatif alami
Ada beberapa cara tumbuhan melakukan propagasi vegetatif alami, antara lain dengan umbi lapis, umbi batang, rizom, tunas liar (adventif), tunas, geragih, spora, dan fragmentasi.
• Spora
Reproduksi dengan spora biasanya terjadi pada lumut dan tumbuhan paku. Spora tumbuhan lumut dibentuk oleh geneasi sporofitnya, yaitu di dalam sporangium (kotak spora). Spora tumbuhan paku dihasilkan oleh daun fertile (sporofil) pada permukaan bawah daun fertile(sporofil) pada permukaan bawah daun atau di tepi-tepi daun.
• fragmentasi
Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan diri dari koloni induknya dan tumbuhan menjadi indifidu baru. Pada umumnya, fragmentasi terjadi pada ganggang hijau yang berbentuk filament, misalnya Hydrodictin sp.

• Tunas
Biasanya tunas muncul pada tumbuhan yang telah dewasa (tua). Tunas ini dapat munculdari akar, batang, atau daun.
Tunas batang misalnya terjadi pada tumbuhan bamboo, tebu, dan pisang. Tunas akar misalnya pada tumbuhan cemara, sukun, kesemek. Tunas daun pada tumbuhan cocor bebek. Tunas-tunas yang muncul selain pada batang dinamakan tunas adventif (liar).

• Umbi lapis
Umbi lapis adalah batang yang tumbuh di bawah tanah. Bentuk umbi lapis menggelembung, berair, dan memiliki sisik-sisik daun yang berfungsisebagai cadangan makanan.
Umbi lapis memilliki tunas samping (anak umbi lapis) yang tumbuh di antara daun. Tunas samping akan tumbuh menjadi individu baru dan memisahkan diri dari induknya. Tumbuhan yang membentuk umbi lapis antara lain bawang merah Daffodil.
• Umbi batang (Tuber)
Umbi batang adalah batang yang menggelembung di bawah tanah. Umbi batang berisi cadangan makanan. Pada umbi batang terdapat mata tunas-mata tunas yang kelak tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi batang terdapat antara lain pada kentang.
• Rizom
Rizom adalah batang yang tebal dan tumbuh di bawah tanah. Pada rizom terdapat tunas, sisik-sisik daun, dan antarruas. Jika rizom terpisah dari induknya maka akan tumbuh menjadi individu baru. Rizom terdapat pada tumbuhan Zingiberaceae, bamboo, dahlia, dan beberapa jenis rumput.

• Stolon (Geragih)
Stolon sering kita lihat pada rumout-rumputan liar. Stolon merupakan batang yang menjalar di permukaan atau di bawah tanah. Panjang stolon ini bisa bermeter-meter. Di sepanjang stolon tumbuh tunas-tunas liar yang kelak akan tumbuh menjadi indifidu baru.
Stolon yang menjulur di atas tanah misalnya pegagan (Centella asiatic) dan stroberi (Fragraria fesca), sedangkan yang menjalar di bawah tanah misalnya rumput teki (Cypcrus rotundus).

2. Reproduksi Vegetatif secara Buatan.
Reproduksi secara buatan merupakan cara reproduksi dengan campur tangan manusia. Reproduksi cara ini bertujuan agar tumbuhan segera menghasilkan buah yang berkualitas dan dalam jumlah yang lebih banyak serta tahan terhadap serangan penyakit. Reproduksi secara buatan ini dapat melakukan bermacam-macam cara, antara lain stek, cangkok, mengenten, okulasi, dan merunduk.
• Stek
Stek adalah cara perkembangbiakan dengan menggunakan potongan-potongan batang atau cabang, terutama pada daerah yang berbuku-buku, misalnya tanamanHibiscus tiliaceus (waru) dan Saccharum officinarum (tebu).
• Cangkok
Cangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang sebagian kulit dan kambium secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup dengan tanah yang kemudian dibungkus dengan pembalut (sabut atau pelastik). Setelah akar tumbuh , batang dipotong kemudian ditanam. Cangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuhan yang tergolong dikotil, terutama buah-buahan.


• Mengenten
Mengenten adalah menyambung dua jenis tumbuhan yang -berbeda. Mula-mula biji tumbuhan disemaikan. Setelah tumbuh sebesar yang diinginkan, lalu dipotong dan disambung dengan potongan cabang/ranting jenis tumbuhan lain yang kualitasnya lebih baik dan diameter batangnya kurang lebih sama, lalu dibalut dan diikat dengan kuat.

• Okulasi (Menempel)
Okulasi pada dasarnya sama dengan mengenten, tetapi tumbuhan yang ditaruh di atas hanya diambil mata tunasnya saja. Kedua macam tumbuhan yang diokulasi biasanya mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri, misalnya tumbuhan jeruk yang perakarannya kuat, buahnya sedikit dan kecil-kecil dengan tumbuhan jeruk yang perakaran lemah namun dapat berbuah banyak dan besar-besar.
• Merunduk
Merunduk adalah menundukkan cabnag/batang tumbuhan hingga masuk ke dalam tanah. Pada bagian yang ditimbun tanah tersebut kemudian akan muncul akar. Setelah perakaran kuat, lalu batang dipotong dan dipisahkan dengan induknya.
Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah dengan system kultur jaringan. Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel tumbuhan dalam medium buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan tumbuh individu baru yang sama dengan induknya.

2 Reproduksi Generatif
Perkembangan khusus untuk tumbuhan Spermatophyta melalui dua peristiwa penting, yaitu penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari di kepala putik untuk tumbuhan Gymnospermae.

Agar serbuk sari sampai ke kepala putik maka dalam penyerbukan ada hal-hal yang menjadi perantaranya, antara lain angin, air, hewan, dan manusia.
• Angin (Anemogami)
Anemogami adalah sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan angina. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya secara anemogami adalah sebagai berikut:
1. bunga tidak berwarna cerah, biasanya hijau, dan tidak terdapat kelopak bunga
2. bunga tidak berbau
3. tidak memiliki kelenjar madu
4. benang sari bertangkai panjang dan berjumbai di luar bunga
5. putik melekat di tengah
6. serbuk sari sangat banyak, kecil seperti bubuk, kering, ringan, dan permukaannya halus
7. struktur bunga sederhana
8. putik berbentuk spiral atau pensil sehingga membentuk permukaan yang lebih besar untuk memudahkan menangkap serbuk sari.
Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan.
• Air (Hidrogami)
Hidrogami artinya sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan air. Hidrogami lazim terjadi pada tumbuhan air, misalnya Hydrilla, eceng gondok, dan teratai.
• Hewan (Zoidiogami)
Penyerbukan dengan perantara hewan biasanya dilakukan oleh serangga, burung, kelelawar, dan siput.
Hewan-hewan yang berperan dalam penyerbukan disebut polinator dan peristiwa penyerbukannya disebut polinasi.
 Entomogami
Entomogami adalah penyerbukan dengan perantara serangga. Entomogami biasanya terjadi pada tumbuhan yang menghasilkan madu dan serbuk sari. Contoh hewannya, antara lain kupu-kupu, lalat, kumbang, dan lebah.
Saat mengisap madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari, dan jika serangga beralih ke bunga lain atau menyentuh kepala kepala putik tersebut sehingga terjadilah penyerbukan.
Ciri-ciri bunga yang diserbuki oleh serangga adalah sebagai berikut:
1. mahkota dan benang sari berwarna cerah
2. memiliki kelenjar madu
3. benang sari di dalam bunga
4. anthera (kepala sari) bersatu di bagian dasar atau belakangnya
5. serbuk sari hanya sedikit, besar seperti tepung, berat, lengket, dan kadang-kadang permukaannya berukir
6. putik lengket dan kecil
7. struktur bunga termodifikasi untuk tempat mendarat dan makan bagi serangga
8. bunga berbau harum
9. Ornitogami
Ornitogami adalah penyerbukan dengan bantuan burung. Bunga yang dipolinasi oleh burung biasanya mengandung madu dan air, serta berwarna merah atau mengandung unsure warna merah karena burung peka terhadap warna ini. Selain itu, bentuk bunga yang diserbuki burung biasanya khusus. Contohnya, bunga yang diserbuki oleh burung kolibri memiliki tabung nectar yang panjang dan sempit. Burung kolibri menjilat madu dengan lidahnya yang tipis dan panjang.
 Kelelawar (Kripterogami)
Kripterogami adalah penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Bunga yang dipolinasi oleh kelelawar biasanya mekar di malam hari, berukuran besar, berwarna cerah, dan letaknya tidaknya tersembunyi.
 Siput (Malakogami)
Malakogami adalah penyerbukan yang terjadi dengan bantuan siput. Malakogami terjadi pada tumbuhan yang sering dikunjungi siput.
• Manusia (Antropogami)
Antropogami adalah penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia, misalnya penyerbukan pada bunga tumbuhan vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan dengan perantara manusia biasanya dilakukan karena bunga tersebut tidak dapat menyerbuk sendiri atau karena manusia ingin melakukan persilangan buatan untuk mencari varietas-varietas baru.

DAFTAR PUSTAKA

David. 2011. http://konservasi-laut.blogspot.com/2011/06/sistem-reproduksi-pada- tumbuhan.html. 26 Mei 2013.
Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
-------.2006. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.

Kamis, 09 Mei 2013

foto-foto

sebenernya foto-foto ni semua temen yang ambil,,, tapi karena ada foto akunya jadi minta deh, terus mw dibagikan di blog, kali aja ada yang pengen tau, wulung sari itu temen"a kya gmn sii.. hehehe
cuma dikit doank ko... he..
selamat melihat-lihat..


kuliah ya?

kuliah? ngampus?
ah saya pikir awalnya mirip seperti di film" gt,, anak"a keren", keceh", pada bawa mobil mewah, y pokonya kya di film gt lah..
ternyata NGGAK..!! jauh bgt,, v mungkin gmn orangnya jg sii,,
yang saya alami sii ngampus itu capek, kenapa? soalnya kalau udah berangkat ngampus, masuk kelas, terus dosennya gak hadir (SERING BGT) seriusan...!! kan jadi bete terus balik lagi deh k home, mana ongkos mahal lagi.... *jadi curhat
kan mengganggu banget,,
muka anak" di kampus beda bgt ma yg kaya di film", haha jarang yang punya muka ala BOYBAND atau GIRLBAND,, muka capek semua,, banyak pikiran kali ya, belom bayar kuliah, belom ngerjain tugas, jadwal kuliah bentrok ma kerjan(banyak yg sambil kerja), habis diputusin pacar, atau mungkin lg kesel ma dosen gara" sering pake hari libur btw ganti pergantian jam yang bolos dulunya..
haduh...
menurut saya kuliah tuh lebih mirip mALL daripada tempat menuntut ilmu, kaya orang mau fashion show, gayanya aneh",, tapi gak keren,,, parkiran penuh, bnyak yg ngobrol di pinggiran kelas atau di pegangan pembatas lingkar tengah di lantai atas,,
ya begitulah kuliah jaman sekarang,,
titip absen gak bakal ketahuan jg, jadi pada mojok deh,, *ehh,,,, hehe

lanjut nanti deh ceritanya
postingan ni di buat cuma bwt update aja ko,, kn sayang blog ini udah lama kga di update,, smoga stelah ni, saya bisa dapet bahan update yang lebih bermanfaat ya buat kalian para pembaca.. bye2...

Jumat, 26 April 2013

kata-kata galau

sejak awal, kamu satu-satunya yang ingin aku miliki,

aku mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu itu

apakah ini salah? saat itu kau sudah bersama yang lain, ya, tak apa...

kini, kau tak lagi bersamanya, namun... pantaskah?

ku habiskan waktu untuk menunggumu,

ku habiskan kesetiaanku untukmu..

anadisaja aku tahu bagimana cara mengungkapkannya,,

andaisaja aku punya keberanian,

hiangga,,,tak berapa lama waktu berselang,,,

kau menggodaku, kau jadikan aku permainan,,

aku pikir kau sungguh-sungguh padaku, karena kau tau isi hatiku yang sebenarnya,,

tapi tidak,, kau hanya menjadikanku taruhan,,

aku ingin membuatmu mencintaiku dengan segala kekuranganku,,

Senin, 08 April 2013

DAFTAR PUSTAKA

Haryanto. 2011. http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode- pembelajaran/.
24 Januari 2013. 14:29
Shane, Harold G. 2002. Arti Pendidikan Bagi Masa Depan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugandi, Achmad, dkk. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang L UPT MKK UNNES.
-------. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang. PRESS
Wijaya, cece dkk. 1992. Upaya pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

BAB III PENUTUP KARYA TULIS ILMIAH

2.10 KESIMPULAN

Pendidikan sangat penting bagi pengembangan manusia dan menciptakan masa depan yang lebih baik, sehingga pembelajaran dalam pendidikan harus dibenahi, pembelajaran yang merupakan peraduan dari aktivitas belajar dan mengajar mempunyai tujuan yang baik, yaitu mengubah perilaku menjadi positif dan mempunyai gaya hidup yang lebih baik. Dalam suatu pendidikan banyak faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah, diantaranya: guru, siswa, fasilitas, program/tujuan/rencana dan kurikulum.
Pembelajaran memiliki beberapa prinsip penting yang baik untuk dipelajari, sehingga terwujudnya tujuan pembelajaran itu sendiri. Dalam suatu pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari masalah-masalah yang mengganggu proses pembelajaran, tetapi masalah tersebut dapat teratasi apabila semua pihak bersatu untuk mengatasinya, sehingga terhapus dalam dunia pendidikan.
2.11 SARAN
Berikut beberapa saran yang penulis berikan untuk arah perkembangan selajutnya.
1. Menyatukan faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran agar berkesinambungan.

2. Mari kita bersatu-padu membenahi sarana dan prasarana yang belum sesuai untuk proses pembelajaran di sekolah.
3. Pembelajaran di sekolah menerapkan metode-metode yang sudah teruji.