RPP MATEMATIKA KTSP
berikut RPP yang saya buat sebagai tugas Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika
kelas VII materi geometri 6.1. Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya.
kelas VIII metri dimensi 3 KD 5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus,balok, prisma dan limas
kelas IX materi barisan dan deret 6.1 Menentu kan pola barisan bilangan sederhana
kelas X materi persaman dan pertidaksamaan linear Menyelesaikan KD 3.1 sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel
blog ini di buat untuk menyampaikan apa yang saya tau dan beberapa pendapat saya tentang informasi yang semoga berguna,,
Jumat, 11 Juli 2014
RPP KTSP MATEMATIKA kelas VII 6.1. Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : .............................
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII (Tujuh)
Semester : 2 (Dua)
Alokasi waktu : 2x 40 menit (1 pertemuan)
Standar Kompetensi :
Geometri
6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar :
6.1. Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya.
Indikator :
1. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya
2. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya
A. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui diskusi diharapkan siswa mampu memahami jenis- jenis segitiga berdasarkan sisi, dan menggambarkannya.
2. Melalui diskusi diharapkan siswa mampu memahami jenis- jenis segitiga berdasarkan sudut, dan menggambarkannya.
B. Materi Pembelajaran :
1. Jenis-jenis segitiga berdasarkan sisinya
2. Jenis-jenis segitiga berdasarkan sudutnya
C. Model dan metode pembelajaran :
• Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan think talk write
• Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya jawab, Ceramah, presentasi.
D. Langkah-Langkah Pembelajaran:
No Kegiatan Pembelajaran Karakter Alokasi
waktu
1 Pendahuluan 10 menit
a. Pengkondisian
- Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan membaca do’a.
Siswa menampilkan karakter religius.
- Guru menyapa siswa dan memeriksa kehadiran siswa.
Siswa menampilkan karakter disiplin.
b. Apersepsi
- Menyampaikan tujuan (KD)
- Menghubungkan materi yang lalu dengan topik yang akan dibahas
Siswa menampilkan karakter disiplin dan menghargai ketika guru berbicara.
c. Motivasi
- Guru memotivasi rasa ingin tahu siswa dan membangkitkan minat siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Siswa aktif mendengarkan penjelasan dan menampilkan karakter disiplin.
2. Kegiatan inti 60 menit
a. Eksplorasi
1. Guru menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya, melalui model segitiga, serta menggambarkannya pada papan tulis.
2. Siswa mengamati penjelasan guru, dan peragaan materi pada sebuah model segitiga.
3. Guru mendorong siswa untuk bertanya.
4. Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan tentang jenis segitiga. Siswa menampilkan karakter disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, aktif dalam memberikan pendapat, aktif dalam mendengarkan penjelasan, dan aktif dalam mengajukan pertanyaan.
b. Elaborasi
1. Guru memberikan latihan yang terdapat pada buku paket.
2. Siswa diminta untuk menuliskan hal yang mereka pahami dan yang tidak dipahami, lalu menyelesaikannya secara individu. (tahap think)
3. Selanjutnya guru mengarahkan siswa untuk berdiskusi dengan teman-temanya dalam menyelesaikan persoalan tersebut, dengan membuat kelompok kecil 3-5 orang.
4. Siswa diminta saling memberikan pendapat dan masukan penyelesaian soal dengan bahasa sendiri sesuai dengan tulisan yang mereka catat saat mengerjakan secara individu. (tahap talk)
5. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut.
6. Guru senantiasa harus memberi arahan dan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan terutama dalam hal materi, baik itu diminta maupun tidak diminta.
7. Dari hasil diskusi, siswa secara individu merumuskan pengetahuan berupa jawaban atas soal dalam bentuk tulisan dengan bahasanya sendiri. Pada tulisan itu siswa menghubungkan ide-ide yang diperolehnya melalui diskusi. (tahap write)
8. Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain diminta memberikan tanggapan.
Siswa menampilkan karakter rasa ingin tahu, kerja keras, tanggung jawab, disiplin, jujur dan mandiri dalam mengerjakan soal latihan.
Siswa menampilkan karakter komunikatif dan menghargai.
Siswa aktif dala mmengerjakan dan menyelesaikan soal-soal.
Siswa aktif dalam memberikan pendapat dan mendengarkan penjelasan dan arahan yang diberikan oleh guru.
c. Konfirmasi
- Refleksi
Guru bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang telah dipelajari dan hal-hal yang belum dipahami mengenai jenis-jenis segitiga.
- Penguatan
Guru memuji hasil kerja siswa, dan mengkomunikasikan garis besar kompetensi dasar terkait dengan kegiatan yang baru dilakukan siswa, kemudian memberikan penguatan, meluruskan kesalahpahaman, dan kesimpulan.
Siswa aktif dalam mengemukakan pendapatnya dan memperhatikan penjelasan guru.
3. Penutup 10 menit
1. Guru mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah diterima hari ini.
2. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah.
3. Guru melakukan proses evaluasi pelaksanaan pembelajaran dan Siswa aktif memberikan pendapat dan aktif mendengarkan penjelasan
E. Alat dan Sumber Belajar :
Sumber :
- Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 2.
- Buku referensi lain.
Alat :
- Model segitiga
- Papan tulis dan spidol
- Busur dan penggaris
F. Penilaian :
• Teknik : Tugas individu dan tes tertulis.
• Bentuk Instrumen : Soal uraian.
No Indikator Instrumen
(soal) Kunci jawaban Skor
1. . Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya • Jelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisinya dan beri contoh masing-masing derngan gambar
1. Segitiga sembarang (panjang AB≠BC≠AC)
2. Segitiga sama sisi
(panjang KL=LM=KM)
3. Segitiga sama kaki
(panjang PQ=PR)
50 point
2. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya Jelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sudutnya dan beri contoh masing-masing derngan gambar. 1. Segitiga lancip
(sudutnya antara 00-900)
2. Segitiga tumpul (sudutnya antara 900-1800)
3. Segitiga siku-siku (sudutnya 900)
50 point
Mengetahui,
Kepala Sekolah
( ......................................................... )
NIP/NIK :…………..………………. Karawang, 04 Mei 2014
Guru Mapel Matematika.
( Wulung Sari )
NIP/NPM: 1241172105092
(RPP)
Nama Sekolah : .............................
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII (Tujuh)
Semester : 2 (Dua)
Alokasi waktu : 2x 40 menit (1 pertemuan)
Standar Kompetensi :
Geometri
6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar :
6.1. Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya.
Indikator :
1. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya
2. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya
A. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui diskusi diharapkan siswa mampu memahami jenis- jenis segitiga berdasarkan sisi, dan menggambarkannya.
2. Melalui diskusi diharapkan siswa mampu memahami jenis- jenis segitiga berdasarkan sudut, dan menggambarkannya.
B. Materi Pembelajaran :
1. Jenis-jenis segitiga berdasarkan sisinya
2. Jenis-jenis segitiga berdasarkan sudutnya
C. Model dan metode pembelajaran :
• Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan think talk write
• Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya jawab, Ceramah, presentasi.
D. Langkah-Langkah Pembelajaran:
No Kegiatan Pembelajaran Karakter Alokasi
waktu
1 Pendahuluan 10 menit
a. Pengkondisian
- Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan membaca do’a.
Siswa menampilkan karakter religius.
- Guru menyapa siswa dan memeriksa kehadiran siswa.
Siswa menampilkan karakter disiplin.
b. Apersepsi
- Menyampaikan tujuan (KD)
- Menghubungkan materi yang lalu dengan topik yang akan dibahas
Siswa menampilkan karakter disiplin dan menghargai ketika guru berbicara.
c. Motivasi
- Guru memotivasi rasa ingin tahu siswa dan membangkitkan minat siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Siswa aktif mendengarkan penjelasan dan menampilkan karakter disiplin.
2. Kegiatan inti 60 menit
a. Eksplorasi
1. Guru menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya, melalui model segitiga, serta menggambarkannya pada papan tulis.
2. Siswa mengamati penjelasan guru, dan peragaan materi pada sebuah model segitiga.
3. Guru mendorong siswa untuk bertanya.
4. Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan tentang jenis segitiga. Siswa menampilkan karakter disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, aktif dalam memberikan pendapat, aktif dalam mendengarkan penjelasan, dan aktif dalam mengajukan pertanyaan.
b. Elaborasi
1. Guru memberikan latihan yang terdapat pada buku paket.
2. Siswa diminta untuk menuliskan hal yang mereka pahami dan yang tidak dipahami, lalu menyelesaikannya secara individu. (tahap think)
3. Selanjutnya guru mengarahkan siswa untuk berdiskusi dengan teman-temanya dalam menyelesaikan persoalan tersebut, dengan membuat kelompok kecil 3-5 orang.
4. Siswa diminta saling memberikan pendapat dan masukan penyelesaian soal dengan bahasa sendiri sesuai dengan tulisan yang mereka catat saat mengerjakan secara individu. (tahap talk)
5. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut.
6. Guru senantiasa harus memberi arahan dan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan terutama dalam hal materi, baik itu diminta maupun tidak diminta.
7. Dari hasil diskusi, siswa secara individu merumuskan pengetahuan berupa jawaban atas soal dalam bentuk tulisan dengan bahasanya sendiri. Pada tulisan itu siswa menghubungkan ide-ide yang diperolehnya melalui diskusi. (tahap write)
8. Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain diminta memberikan tanggapan.
Siswa menampilkan karakter rasa ingin tahu, kerja keras, tanggung jawab, disiplin, jujur dan mandiri dalam mengerjakan soal latihan.
Siswa menampilkan karakter komunikatif dan menghargai.
Siswa aktif dala mmengerjakan dan menyelesaikan soal-soal.
Siswa aktif dalam memberikan pendapat dan mendengarkan penjelasan dan arahan yang diberikan oleh guru.
c. Konfirmasi
- Refleksi
Guru bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang telah dipelajari dan hal-hal yang belum dipahami mengenai jenis-jenis segitiga.
- Penguatan
Guru memuji hasil kerja siswa, dan mengkomunikasikan garis besar kompetensi dasar terkait dengan kegiatan yang baru dilakukan siswa, kemudian memberikan penguatan, meluruskan kesalahpahaman, dan kesimpulan.
Siswa aktif dalam mengemukakan pendapatnya dan memperhatikan penjelasan guru.
3. Penutup 10 menit
1. Guru mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah diterima hari ini.
2. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah.
3. Guru melakukan proses evaluasi pelaksanaan pembelajaran dan Siswa aktif memberikan pendapat dan aktif mendengarkan penjelasan
E. Alat dan Sumber Belajar :
Sumber :
- Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 2.
- Buku referensi lain.
Alat :
- Model segitiga
- Papan tulis dan spidol
- Busur dan penggaris
F. Penilaian :
• Teknik : Tugas individu dan tes tertulis.
• Bentuk Instrumen : Soal uraian.
No Indikator Instrumen
(soal) Kunci jawaban Skor
1. . Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya • Jelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisinya dan beri contoh masing-masing derngan gambar
1. Segitiga sembarang (panjang AB≠BC≠AC)
2. Segitiga sama sisi
(panjang KL=LM=KM)
3. Segitiga sama kaki
(panjang PQ=PR)
50 point
2. Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya Jelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sudutnya dan beri contoh masing-masing derngan gambar. 1. Segitiga lancip
(sudutnya antara 00-900)
2. Segitiga tumpul (sudutnya antara 900-1800)
3. Segitiga siku-siku (sudutnya 900)
50 point
Mengetahui,
Kepala Sekolah
( ......................................................... )
NIP/NIK :…………..………………. Karawang, 04 Mei 2014
Guru Mapel Matematika.
( Wulung Sari )
NIP/NPM: 1241172105092
Minggu, 11 Mei 2014
PENGELOLAAN KEUANGAN PENDIDIKAN
A. Konsep Dasar Keuangan
Pendidikan merupakan bagian dari “public service “ atau jasa layanan umum dari negara kepada Masyarakat yang tidak diperhitungkan untung dan ruginya” return” dan ”cost benefit” dari biaya yang dikeluarkan tersebut. Sehingga pendidikan tidak menarik perhatian untuk terus ditingkatkan ke arah yang tebih baik dan di anggap tidak signifikan bagi pembangunan bila anggaran pendidikan terus diperbesar.Namun sekarang pengertian itu bisa dianggap keliru dan dan harus diubah ,sehingga menjadikan pendidikan itu merupakan sektor jasa yang insvestasi – produktif dan menjadi Diterminan bagi pembangunan suatu bangssa.
Di negara – negara yang sudah maju pendidikan selain sebagai aspek konsumtif juga di anggap sebagai investatif “ human investment” dan menjadi “leading sector” atau salah satu sektor lain nya, sehingga keberhasilan investasi pendidikan berkorelasi bagi kemajuan pembangunannya.
Menurut J. Hallak (1969) dalam Analisis Biaya pendidikan ,biaya dalam arti yang umum yaitu dalam bentuk moneter/ uang. Sementara STEPPES, Biro perencanaan, Depdikbud ( 1989) menyatakan bahwa konsep biaya dalam pendidikan terdiri dari seluruh biaya yang dikeluarkan dan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pendidikan baik oleh pemerintah, perorangan dan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Biaya dalam pengertian yang bagi konsumen pemakai barang/jasa dianggap mewakili biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh produsen dan konsumen.
Sedangkan menurut Zymelman (1975) dengan jelas mengatakan bahwa pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber-sumber dana, tetapi juga menyangkut analisis sumber-sumber dana, tetapi juga menyangkut dana-dana itu secara efisien. Makin efisien sistem pendidikan, semakin kecil dana yang diperlukan untuk pencapaian tujuan-tujuan pendidikan itu. Oleh karena itu dengan pengelolaan dana secara baik akan membantu menigkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Artinya dengan anggaran yang tersedia dapat mencapai tujuan pendidikan yang lebih produktif, efektif, efesien dan relevan antara kebutuhan dibidang pendidikan dengan pembangunan dan masyarakat.
Sejak dulu masalah pemenuhan kebutuhan dana pendidikan itu dipandang sebagai hal yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengatur dan membiayai pendidikan sesuai dengan fungsinya. Namun oleh karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan, maka tanggungjawab atas pendidikan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orangtua (USPN No. 20 Tahun 2003).
Setelah direncanakannya Undang – undang RI Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah Daerah dan Undang – undang RI Nomor 25 tahun 1999. Tentang perimbangan Keuangan Antara pemerintah pusat dan Daerah, maka ada pergeseran wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Kedua UU tersebut sebagai dasar hukum bagi daerah untuk mengatur diri sendiri (otonomi) yang berimplikasi pula pada pengelolaan pendidikan, dan keuangan pendidikan yang tidak selalu tergantung pada pusat dan organisasi pendidikan didaerah.
Secara sederhana pengelolaan dana pendidikan itu mencangkup dua aspek ,yaitu:
1). Dimensi penerimaan atau sumber dana
2). Dimensi pengeluaran atau alokasi dana.
Dimensi penerimaan antara lain bersumber dari: penerimaan umum pemerintah, penerimaan khusus pemerintah yang diperuntungkan bagi pendidikan, iuran sekolah, dan sumbangan –sumbanngan masyarakat. Sedangkan dimensi pengeluaran meliputi :
Pengeluaran modal/ Kapital atau anggaran pembangunan (capital outlay/expenditure).
Dana pendidikan itu akan menimbulkan berbagai manfaat,diantaranya:
a. Memungkinkan penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara efisien artinya dengan dana tertentu diperoleh hasil yang maksimal atau dengan dana diperoleh hasil / tujuan tertentu.
b. Memungkinkan tercapainya kelangsungan hidup lembaga pendidikan sebagai salah satu tujuan didirrikannya lembaga tersebut.
c. Dapat mencegah adanya kekeliruan, kebocoran-kebocoran ataupun penyimpangan-penyyimpanganakan dapat dikendalikan apabila pengelolaan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Apabila kekeliruan dan kebocoran ini terjadi, maka akan berakibat buruk baik pengelolaan keuangan maupun bagi lembaga pendidikan itu sendiri.
B. Sumber-sumber Keuangan Pendidikan Sebagai Dimensi Penerimaan
UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 mengamanatkan bahwa : setiap warga negara berhak memperoleh pengajaran dan pemerintah mengusahakan dan melaksanakan satu sistem pengajaran nasional. Dalam rangka mengemban amanat itu, salah satu masalah pokok yang harus kita hadapi dewasa ini adalah masih banyak rakyat Indonesia yang belum memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Usaha mengatasi masalah itu telah dilakukan sejak Repelita I yang lalu yaitu melakukan program perluasan kesempatan belajar pada tingkat pendidikan dasar dan dilanjutkan dengan usaha-usaha perluasan kesempatan belajar pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 ditegaskan secara jelas, bahwa pengadaan dan pendayagunaan sumber-sumber daya pendidikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat ataupun keluarga peserta didik. Berdasarkan kenyataan bahwa manfaat yang diperoleh dari hasil keuntungan atau yang langsung mendapat keuntungan dari pendidikan itu bukanlah pemerintah saja, tetapi juga pihak lain seperti peserta didik itu sendiri, orangtua dan masyarakat, maka tanggungjawab atas pembiayaan pendidikan menjadi beban bersama.
Adapun diantara dimensi penerimaan telah dikemukakan pada bagian terdahulu, meliputi hal-hal berikut;
1. Hasil penerimaan pemerintah umum
Semua penerimaan pemerintah dari pajak. Seperti kita ketahui sumber utama pendapatan negara adalah dari pajak. Di samping pajak, pendapatan negara tergantung pula dari GNP/PNB atau tingkat kemakmuran nasional.
2. Penerimaan pemerintah khusus untuk pendidikan
Antara lain dalam bentuk pinjaman luar negeri, seperti bantuan dari Badan Internasional PBB (UNICEF/ UNESCO), pinjaman dari Bank Dunia. Dana yang diperoleh khusus untuk pendidikan ini diberikan kepada pendidikan dasar, menengah(umum,teknik,kejuruan), perguruan tinggi dan pendidikan luar sekolah.
3. Iuran sekolah
Seperti Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau BP3 yaitu bantuan dana yang diterima dari peserta didik atau orang tua siswa pada setiap bulan yang disetorkan ke Kantor Dinas Pendidikan. Biasanya besar kecil SPP/BP3 telah ditentukan oleh kantor wilayah setempat untuk setiap tingkat pendidikan. Sebagai dana SPP/BP3 ini dikembalikan lagi ke sekolah dalam bentuk dana penunjangg pendidikan atau sumbangan bantuan penyelenggaraan pendidikan (DPP/SBPP) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) dalam bentuk sarana/peralatan kegiatan belajar menagajr.
4. Sumbangan-sumbangan Sukarela dari Masyarakat
Termasuk ke dalam golongan ini sumbangan-sumbangan swasta, perorangan atau keluarga, perusahaan, badan-badan sukarela dan kelompok-kelompok. Sumbangan perorangan atau keluarga siswa tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga tanah, tenaga dan bahan bangunan untuk mendirikan sekolah.
C. Jenis-jenis pengeluaran dalam pendidikan
Dana yang diperlukan dalam kegiatan rutin ini memerlukan pengelolaan yang baik, terutama bagi lembaga-lembaga pendidikan swasta atau tidak mendapat bantuan pemerintah. Untuk ini perlu memahami prinsip-prinsip kas, pengelolaan utang, dan pengelolaan barang/fasilitas. Pengelolaan kas terutama menyangkut hal-hal sebagi berikut :
1. Penentuan jumlah uang tunai kas yang diperlukan agar tidak berlebihan dan tidak terlampau kecil,
2. Pengendalian aliran uang tunai, baik yang masuk kesekolah maupun yang dikeluarkan oleh sekolah.
Sedangkan pengelolaan utang menyangkut syarat-syarat dan sanksi-sanksi yang dikenakan jika meminjam dana dari pihak luar baik jangka panjang atau jangka pendek. Dalm hal ini perlu diperlukan masak-masak berapa jumlah uang yang layak/rasional untuk diinvestasikan dalam pendidikan.
Ada beberapa kriteria untuk menilai kefektifan biaya dari beberapa program pendidikanyang diusulkan, yaitu antara lain ;
1. Biaya perlulusan
2. Biaya kualitas latihan yang dinatakan dalam analisis kurikulum,
3. Penghargaan pimpinan lembaga terhadap hasil pendidikan yang telah dicapai, dan
4. Peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi yang belum bekerja.
Di samping itu juga dapat digunakan metode analisis untung-rugi. Metode ini membandingkan keuntungan moneter dengan biaya pelaksaan program (investasi) atau sering disebut “rate of return” (ROR). Metode ini paling sederhana, yaitu dengan cara membandingkan keuntungan yang di dapat oleh lembaga (setelah dikurangi pajak) dengan investasi. Besarnya tingkat pengembalian hasil investasi atau average rate of terun dapat dihitung dengan ;
ROR = keuntungan setelah dikurangi pajak x 100
Pedoman yang dipakai dalam memutuskan dilaksanakan atau tidaknya suatu rencana investasi dengan menggunakan metode ini adalah ;
a) Untuk suatau rencana investasi, ROR dibandingkan dengan biaya modal. Bila ROR lebih besar dari pada modal, proyek tersebut layak dilaksanakan. Bila sebaliknya, sebaiknya rencana itu dibatalkan.
b) Untuk beberapa rencana investasi, hendak nya dipih ROR-nya paling tinggi.
Dalam organisasi pendidikan, baik anggaran rutin maupun pembangunan terdapat sembilan kategori pembelanjaan, yaitu;
1. Dana cadangan untuk keperluan khusus, seperti dana sosial, biaya menerima tamu, membayar utang.
2. Pembelian barang, gaji dan kesejahteraan personil.
3. Belanja untuk melaksanakan tugas, barang habis pakai waktu pengajaran.
4. Dana pengadaan media berbagai macam layanan, komunikasi.
5. Biaya fasilitas air, lampu, sanitasi, sanggar, pertanian sekolah.
6. Biaya bimbingan konseling, dosen tamu.
7. Pajak tahunan
8. Perbaikan dan pengembangan kurikulum
9. Dana proyek, kontrak dengan orang asing/luar, termasuk pembelian alat-alat dan konstruksinya.
Pengelolaan keuangan secara garis besar mencangkup 3 fungsi utama yaitu; 1) budgeting (membuat anggaran), 2) accounting (pembukuan), 3) auditing (pemeriksaan/pengawasan).
D. Fungsi Anggaran dan Teknik Penyusunan Anggaran
Anggaran berfungsi;
1) Dapat diajadikan alat untuk mendelegasikan wewenang dalam pelaksanaan suatu rencana. Anggaran dirancang dengan mencantumkan penanggungjawab suatu kegiatan tertentu (penetapan pimpinan proyek). Jadi, jika anggaran itu disetujui oleh yang berwenang maka, pendelegasian fungsi itu juga disetujui,
2) Dapat mennjadi alat pengawasan dan penilaian suatu penampilan. Dengan membandingkan pengeluaran biaya suatu kegiatan dengan alokasi anggaran dan tingkat penggunaannya, merupakan pedoman sederhana untuk mengetahui sampai dimana tingkat efektifitas dan efisiensi kegiatan yan bersangkutan.
Bentuk-bentuk Penganggaran
1. Penggaran Butir Perbutir
Ini sering digunakan dan dikategorikan sebagi yang konvensional dan tradisional. Meskipun memudahkan dalam pengawasan pengeluaran biaya, tetapi sistem ini tidak membantu dalam pengambilan keputusan. Kelemahan lainnya yaitu ; 1) tidak dapat menunjukan hubungan antara masukan program dengan pengeluaran, 2) tidak dapat berfungsi sebagai bahan peertibangan dalam pengamilan keputusan, 3) lebih mengarahkan perhatian pada pembukuan, dan tidak terhadap tujuan suatu program.
2. Anggaran Program
Lebih menekankan kepada hasil suatu program yang telah ditetapkan. Pada penganggaran butir perbutir biaya dihitung berdasarkan jenis items yang akan dibeli, sedangkan dalam program biaya dihitung berdasarkan jenis program. Misalnya dalam anggaran butir perbutir disebutkan “gaji guru”, sedangkan dalam anggaran program ddisebutkan “gaji guru untuk percobaan pengajaran IPA”. Keuntungan bentuk ini adalah ; 1) mengorganisasikan sejumlah besar pengeluaran menjadi rencana yang logis dan konkrit, 2) merangsang perencanaan tahunan ganda dan revaluasi periodik dari pelaksanaan rencana, 3) menghindari sentralisasi yang berlebihan, diamana keputusan menumpuk ditingkat atas.
3. Anggaran Berdasarkan Hasil
Bentuk ini pekerjaan dalam suatu program dipecah dalam bentuk beban kerja dan unit penampilan yang dapat diukur. Hasil pengukuran ini dipergunakan untuk menghitung masukan dana dan tenaga yang diperlukan untuk mencapai tujuan program. Anggaran berdasarkan hasil ini merupakan alat manajemen yang dapat mengidentifikasi secara jelas satuan dari hasil suatu program dan sekaligus merinci butir perbutir kegiatan yang harus dibiayai. Bentuk ini menuntut akuntansi yang teliti dan pemroses data yang akurat. Hal ini mengakibatkan sistem ini menjadi relatif mahal terutama bagi lembaga yang kecil/belum berkembang.
4. Sistem Perencanaan Penyusunan program dan Penganggaran (SP4)
SP4 ini dibahasakan dari PPBS (planning Programming Budgeting Sistem) PPBS mulai diperkenalkan di Amerika Serikat dan menjadi populer waktu Robert S. Mc Namara ditunjuk sebagai Sekretaris Departemen 1960-an. Konsep ini dicoba dan berhasil. Sebagai aplikasi dari PPBS, SP4 mempunyai ciri-ciri sebagai berikut;
a) Perencanaan menggunakan pendekatan sistem
b) Orientasi perencanaan pada keluaran
c) Penganggaran didasarkan pada program yang telah ditetapkan
d) Keseimbangan antara otonomi dan pengarahan harus di perhatikan berdasarkan pada prinsip perencanaan bawah-atas dan atas-bawah
e) Perencanaan merupakan kegiatan yang berkesinambungan dan bergulir.
SP4 pada dasarnya adalah suatu cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sarana dan sumber daya atau dapat di sediakan secara berencana. Untuk dapat berfungsi secara baik mempunyai 3 macam unsur yang saling menunjang yaitu :
1) Siklus operasi yang mengatur seluruh urutan jadwal kegitan yang di sesuaikan dengan siklus DUP dan DIP.
2) Struktur program yaitu gambaran hirarki program yang disusun dengan bertitik tolak dari permasalahan pokok yang dihadapi pada tahun mendatang.
3) Sistem informasi yang meliputi dokumen pengarah, perencana, program memo, program koordinatif, konsep program operasional, usulan program, memo keuangan, daftar usulan proyek (DUP), dan daftar isian proyek (DIP) serta petunjuk operasional (PO).
SP4 memberikan keuntungan sebagai berikut : a) taksonomik, artinya penggolongan tujuan berdasarkan tujuan, b) analitik, ada perbandingan keuntungan dan kerugian alternatif, c) proyektif, yaitu memberi arah perencanaan jangka panjang, d) konsentrik, yaitu memberi perhatian pada pencapai tujuan akhir, dan e) evaliatif, yaitu memberi kemudahan menilai keberhasilan program dan efetifitas penggunaan sumber-sember. Adapun beberapa kelemahannya, yaitu :
(1) Kekeliruan mengakibatkan pemborosan sumber-sumber,
(2) Seringkali mengabaikan tujuan kualitatif yang sukar di ukur,
(3) Kekurangan data/informasi dapat mengakibatkan kesalahan penentuan priyoritas, alokasi biaya dan waktu penyelesaian suatu program.
5. Pembukuan
Pembukuan ini meliputi pencatatan berbagai transaksi yang menjadi yang merupakan implementasi dari penganggaran. Tatacara pembukuan harus di kuasai benar oleh seorang bendaharawan.
Ada tiga macam Bendaharawan yaitu :
1) Bendaharawan umum ( kepala kantor khas negara) dan termasuk berdaharawan umum adalah kantor-kantor pos dimana di kota itu tidak ada kantor kas negara.
2) Bendaharawan khusus untuk penerimaan pendapatan tertentu.
3) Bendarahawan khusus untuk pengeluaran-pengeluaran tertentu.
Berdasarkan surat keputusan menteri keuangan No. Kep.332/M/V/9/1968 tanggal 26 september 1968 pasal 1 ayat (2) di sebutkan bahwa setiap bendaharawan atau memegang kas yang mengurus uang negara harus mempunyai buku kas umum dan mencapai semua pengeluaran dan penerimaan.
Dalam pembukuan buku kas umum kadang-kadang terdapat selisih kurang atau selisih lebih, padahal prinsipnya saldo buku kas Umum harus sama dengan saldo kas .
Selisih kurang (ketekoran uang dalam kas) pada umumnya di sebabkan karena :
1) Uang yang tercuri, hilang, bongkaran, kebakaran, dan sebagainya.
2) Lipatan uang yang kurang, yang mungkin tidak di hitung terlebih dahulu.
3) Pembulatan keatas atau ketiadaan uang kecil untuk pembayaran.
4) Kualitas pengeluaran yang lupa di bukukan.
E. Pengawasan Keuangan Pendidikan
1. Pengertian pengawasan
Yang dimaksud dengan pengawasan keuangan adalah suatu pemeriksaan yang terutama ditujukan pada masalah keuangan ( transaksi, dokumen, buku, daftar serta laporan), antara lain unntuk memperoleh kepastian bahwa berbagai transaksi keuangan dilakukan sesuai dengan undang- undang, peraturan, keputusan, intruksi untuk menilai kewajaran yang diberikan oleh laporan keuangan. UUD 1945 pasal 23 ayat 5 mengamanatkan bahwa: untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu badan pemeriksa keuangan,yang peraturan nya di tetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada dewan perwakilan rakyat .
Pengawasan tidak mencari-cari kesalahan, yaitu tidak mengutamakan mencari siapa, yanng salah tetapi apabila ditemukan kesalahan, penyimpanan dan hambatan supaya dilaporkan sebab-sebab dan bagaimana terjadinya, seta menemukan cara bagaimana memperbaikinya.
Pengawasan bersifat mendidik dan dinamis, yaitu dapat menimbulkan kegairahan untuk memperbaiki, mengurangi atau meniagakan penyimpangan disamping menjadi pendorong dan perangsang untuk menerbitkan penyempurnaan kondisi obyektif pengawasan.
2. proses dan standar pengawasan
Yang dimaksud dengan peroses pengawasan adalah serangkaian tidak dalam melaksanakan pengawasan.
Langkah-langkah pengawasan baik fungsional menurut stoner( 1987):
1) Penetapan beberapa jenis standar/patokan yang dipergunakan, berupa ukuran kuantitas, kualitas, biaya dan waktu.
2) Membandingkan/mengukur kenyataan yang sebenarnya terhadap standar.
3) Mengidentifikasi penyimpangan dan sekaligus pengambilan korelasi.
3. Cara mempertanggungjawabkan keuangan;
Beberapa prinsip yang dijadikan pegangan dalam kegiatan mempertanggungjawabkan keuangan yang dilakukan oleh atasan langsung meliputi;
1) Diusahakan secara singkat dan dilaksanakan pada setiap akhir pekan.
2) Periksa terlebih dahulu Buku Kas Umum dalam hubungan dengan buku yang lain setiap akhir bulan.
3) Diperiingatkan kepada bendaharawan mengenai, pengiriman SPJ bulan, penyetoran MPO/PPn.
4) Diperiksa pengurusan barang inventaris dan penyimpanan dokumen pertinggal keuangan sewaktu-waktu.
5) Diadakan pemeriksaan uang kas dengan menyusun berita acara pemeriksa kas setiap akhir triwulan secara teratur.
6) Atasan langsung bendaharawan bertanggungjawab atas kerugian keuangan negara, dan dilaporkan dengan segera, jika terjadi kerugian yang diderita oleh negara karena penggelapan atau perbuatan lain.
Dalam menentukan pemeriksaan terhadap satuan kerja/pimppinan proyek, perlu mengadakan penilaian yang mencangkup;
1) Terselengggaranya pengawasan atasan langsung yang menjamain pelaksanaan tugas secara eektif dan efisien
2) Ketaatan dan ketapatan terhadap ketentuan yang berlaku
3) Pencapaian dari rencana dan program, baik target finansial target fisik maupun target fungsional, dan
4) Faktor ketenangan personil yang melaksanankan kegiatan pemeriksaan.
Sabtu, 25 Januari 2014
waktuku
subhanallah, sudah lama sekali ya tidak di update..
ya, kemarin" sibuk bekerja, alahamdulillah akhirnya bisa merasakan kerja di pt..
syukuri aja,
btw hari ini aku bahagia sekali, beberapa hari yang lalu aku sudah melewati umur 18thn..
dan aku harap kedepannya hidupku dan keluargaku bisa lebih baik.. amiin..
"Waktuku"
semakin lama hidup itu semakin rumit ya.. apalagi jika kita tidak merasa bersyukur.. aku baru menyadari betapa pentingnya waktu" yang dulu ak lewati sia-sia. aku bahkan pernah menangis untuk meminta waktu 15 menit saja untuk dapat memejamkan mata (istirahat), ya karena jadwal kuliah dan kerjaku sangat mepet bahkan sering bentrok, tapi dari semua kejAdian itu pasti ada hikmahnya kan..
jadi, kita harus pandai" mencari jalan dan kesempatan untuk memperbaiki hidup kita.
waktu itu sangatlah mahal, banyak dari kita yang berandai" seperti : "andai kemarin aku pulang lebih awal.." "andai semalam belajar.." "andai kemarin aku berani tampil.." "andai waktu bisa terulang kembali.." andai, andai, dan andai. masih banyak lagi pengandaian yang sering kita ungkapkan. tapi sebagian pengandaian tersebut adalah penyesalan akan waktu yang tidak digunakan dengan baik.
manusia itu tempat salah dan lupa, jadi sebaiknya kapanpun itu, saat kita menyadari kesalahan masa lalu yang kita buat, kita harus berusaha untuk bangkit kembali. karena waktu yang lalu tidak dapat kembali, kita fokuskan waktu yang ada saat ini untuk memperbaiki kehidupan kita di masa yang akan datang, tidak ada kata terlambat bagi mahluk tuhan yang berusaha dan percaya.
sekian untuk tulisan pertama di 2014.
jadikan waktumu lebih berarti. :)
ya, kemarin" sibuk bekerja, alahamdulillah akhirnya bisa merasakan kerja di pt..
syukuri aja,
btw hari ini aku bahagia sekali, beberapa hari yang lalu aku sudah melewati umur 18thn..
dan aku harap kedepannya hidupku dan keluargaku bisa lebih baik.. amiin..
"Waktuku"
semakin lama hidup itu semakin rumit ya.. apalagi jika kita tidak merasa bersyukur.. aku baru menyadari betapa pentingnya waktu" yang dulu ak lewati sia-sia. aku bahkan pernah menangis untuk meminta waktu 15 menit saja untuk dapat memejamkan mata (istirahat), ya karena jadwal kuliah dan kerjaku sangat mepet bahkan sering bentrok, tapi dari semua kejAdian itu pasti ada hikmahnya kan..
jadi, kita harus pandai" mencari jalan dan kesempatan untuk memperbaiki hidup kita.
waktu itu sangatlah mahal, banyak dari kita yang berandai" seperti : "andai kemarin aku pulang lebih awal.." "andai semalam belajar.." "andai kemarin aku berani tampil.." "andai waktu bisa terulang kembali.." andai, andai, dan andai. masih banyak lagi pengandaian yang sering kita ungkapkan. tapi sebagian pengandaian tersebut adalah penyesalan akan waktu yang tidak digunakan dengan baik.
manusia itu tempat salah dan lupa, jadi sebaiknya kapanpun itu, saat kita menyadari kesalahan masa lalu yang kita buat, kita harus berusaha untuk bangkit kembali. karena waktu yang lalu tidak dapat kembali, kita fokuskan waktu yang ada saat ini untuk memperbaiki kehidupan kita di masa yang akan datang, tidak ada kata terlambat bagi mahluk tuhan yang berusaha dan percaya.
sekian untuk tulisan pertama di 2014.
jadikan waktumu lebih berarti. :)
Minggu, 03 November 2013
##ucapan idul fitri 3## lanjutan
Fadlah 09-08-2013 17:57
Maafn fad ya kalau fad ada salah
Isni 09-07-2013 18:27
Banyak dosa tak terdeteksi di USG, tak terdengar oleh STETOSKOP, dan tak terlihat pda RONTGEN.
ANTIOIBIOTIK tak bisa mnetralkan,ANASTESI pun tak mampu mnyembuhkan. Hanya BIUS maaf lah yang mampu mngobati rasa sakit di hati.
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin ~welcome ramadhan, h a ppy fast 1434H :
Fitri 07-08-2013 18:49
Mohon maf lahir dan batin,, minta Maaf kalo ada kata” qu yg mnyinggung sengaja maupun tdk sngaja..
“selamat idul fitri” mohon maaf lahir dan batin..
Fitri n keluarga :D
Anisa 07-08-2013 18:59
(gambar jam)
Detik demi detik terus berjalan ramadhan pergi, idul fitri datang. TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM. MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Maafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H
_Anisa & Keluarga_
Dede 07-08-2013 19:05
Assss.. saya dede suhendar &keluarga mengucapkan selamat har I raya idul fitri 1434 h. Mohon maaf lhr dan batin apabila ada salah kata dan perbuatan. Mdh2n d hri yg fitri ini hati dan prilaku dan pribadi kita bersih dan tidak terkotori lagi.amiin
Farisa 07-08-2013 20:12
Assalamualaikum
Teman, mohon maaf krna farisa itu org’y
-jarang nypa, jrang ngmng,jrg snym
-sok tau, sok pinter
-krg tnggng jwb+ krg bsa jga amanah
-slalu ngrepotin & tukang nbeng
-maf klo bhasa & prbuatan aq, bnyak mnyinggung prasaan-maf jg krna sms ni kpanjangan
Mari kita saling introspeksi dan berjanji utk mnjadi pribadi yg lebih baik lagi
Slamat Hari Raya Idull Fitri, Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Farisa Nur Azkia
Holipah 07-08-2013 23:09
SURAT PERMOHONAN MAAF
No : 07/08/2013
Lamp : 1 message
Perihal : permohonan maaf
MENIMBANG:
Kesalahan yg telah saya perbuat baik sengaja ataupun tidak di sengaja….
MENGINGAT:
QS. Al-imran :133-135 tentang saling memaafkan
MEMPERHATIKAN:
Akan datangnya HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
MEMUTUSKAN:
Holipah & keluarga Mengucapkan srlamat hari raya idul fitri 1434 H, mohon maaf lahir bathin..
^_^
Anisah 08-08-2013
(tulisan arab)
“SELAMAT IDUL FITRI”
minal aidzin walfa idzin
mohon maaf lahir bathin
nisah & keluarga ^_^
nining 08-08-2013 01:25
selamat hari raya idul fitri 1434 H, taqobalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mhon mav lahir batin, mhon mav atas sgala kesalhn.
Niningg & family
Teh dewi 08-08-2013 03:40
(bahasa arab)
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mhon maaf lahir bathin y
-Dewi & keluarga
Maafn fad ya kalau fad ada salah
Isni 09-07-2013 18:27
Banyak dosa tak terdeteksi di USG, tak terdengar oleh STETOSKOP, dan tak terlihat pda RONTGEN.
ANTIOIBIOTIK tak bisa mnetralkan,ANASTESI pun tak mampu mnyembuhkan. Hanya BIUS maaf lah yang mampu mngobati rasa sakit di hati.
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin ~welcome ramadhan, h a ppy fast 1434H :
Fitri 07-08-2013 18:49
Mohon maf lahir dan batin,, minta Maaf kalo ada kata” qu yg mnyinggung sengaja maupun tdk sngaja..
“selamat idul fitri” mohon maaf lahir dan batin..
Fitri n keluarga :D
Anisa 07-08-2013 18:59
(gambar jam)
Detik demi detik terus berjalan ramadhan pergi, idul fitri datang. TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM. MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Maafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H
_Anisa & Keluarga_
Dede 07-08-2013 19:05
Assss.. saya dede suhendar &keluarga mengucapkan selamat har I raya idul fitri 1434 h. Mohon maaf lhr dan batin apabila ada salah kata dan perbuatan. Mdh2n d hri yg fitri ini hati dan prilaku dan pribadi kita bersih dan tidak terkotori lagi.amiin
Farisa 07-08-2013 20:12
Assalamualaikum
Teman, mohon maaf krna farisa itu org’y
-jarang nypa, jrang ngmng,jrg snym
-sok tau, sok pinter
-krg tnggng jwb+ krg bsa jga amanah
-slalu ngrepotin & tukang nbeng
-maf klo bhasa & prbuatan aq, bnyak mnyinggung prasaan-maf jg krna sms ni kpanjangan
Mari kita saling introspeksi dan berjanji utk mnjadi pribadi yg lebih baik lagi
Slamat Hari Raya Idull Fitri, Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Farisa Nur Azkia
Holipah 07-08-2013 23:09
SURAT PERMOHONAN MAAF
No : 07/08/2013
Lamp : 1 message
Perihal : permohonan maaf
MENIMBANG:
Kesalahan yg telah saya perbuat baik sengaja ataupun tidak di sengaja….
MENGINGAT:
QS. Al-imran :133-135 tentang saling memaafkan
MEMPERHATIKAN:
Akan datangnya HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
MEMUTUSKAN:
Holipah & keluarga Mengucapkan srlamat hari raya idul fitri 1434 H, mohon maaf lahir bathin..
^_^
Anisah 08-08-2013
(tulisan arab)
“SELAMAT IDUL FITRI”
minal aidzin walfa idzin
mohon maaf lahir bathin
nisah & keluarga ^_^
nining 08-08-2013 01:25
selamat hari raya idul fitri 1434 H, taqobalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mhon mav lahir batin, mhon mav atas sgala kesalhn.
Niningg & family
Teh dewi 08-08-2013 03:40
(bahasa arab)
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mhon maaf lahir bathin y
-Dewi & keluarga
Rabu, 28 Agustus 2013
## bagian 2 ## sms yang ngucapin selamat idul fitri
lanjut lagi nii ya,,,
Rifan 07-08-2013 13:21
assalamualaikum..?
bismillah..
manusia memang tak ada yg sempurna, manusia memanglah banyak... salajah dan dosa tetapi alangkah indah'y bilamana kita saling memaafkan satu sama lain di hari yg fitri ini.. dengan keikhlasan hati dan ketulusan dari jiwa ini.. saya mengucapkan minal'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. ~m.Rifan.ardiansyah & keluarga~
nuryanah 07-08-2013 18:02
saya nuryanah & keluarga mengucap[kan .. Minal aidin walfa idzin mhon maaf lahir dan batin .. :-) smoga amal & ibadah puasa kita diterima oleh Allah swt . Aamiin :-)
fitri 07-08-2013 18:30
sebelum ramadhan pergi.. O:)
sebelum idul fitri datang, ({})
sebelum operator sibuk,, x..x
sebelum pending mulu.. :( sebelum pulsa habis.. :( maka ku kirimin parcel untukmu ni isinya :
1 toples doa,, o:)
1 botol rasa sayang,,
1 ikat senyuman,, :)
1 liter kebahagiaan,, ({})
1 ikat harapan,,
1 keranjang kesuksesan,, nah gunakan baik" ya..
(gambar)
alinda 07-08-2013 18:36
assalamualaikum,
ramadhan tahun ini akan segera berakhir dan hari idul fitripun akan segera tiba, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,smoga puasa yg kita jalani tahun ini mendapatkan berkah dan balasan yg sesuai dari allah swt.
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H"
ALINDA NUR FITRIANI DAN SEKELUARGA
indri 07-08-2013 18:50
untuk hati yang pernah terluka oleh lidah yang tajam
dan untuk jiwa yangperih oleh tingkah laku yang buruk
di hari nan fitri ini, kumohonkan maaf sebesar-besarnya..
selamat hari raya idul fitri 1434 H :)
mohon maaf lahir dan batin
*indri anisa*
segini dulu deh friend,,,, nanti dilanjut lagi ##bagian 3##
Rifan 07-08-2013 13:21
assalamualaikum..?
bismillah..
manusia memang tak ada yg sempurna, manusia memanglah banyak... salajah dan dosa tetapi alangkah indah'y bilamana kita saling memaafkan satu sama lain di hari yg fitri ini.. dengan keikhlasan hati dan ketulusan dari jiwa ini.. saya mengucapkan minal'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. ~m.Rifan.ardiansyah & keluarga~
nuryanah 07-08-2013 18:02
saya nuryanah & keluarga mengucap[kan .. Minal aidin walfa idzin mhon maaf lahir dan batin .. :-) smoga amal & ibadah puasa kita diterima oleh Allah swt . Aamiin :-)
fitri 07-08-2013 18:30
sebelum ramadhan pergi.. O:)
sebelum idul fitri datang, ({})
sebelum operator sibuk,, x..x
sebelum pending mulu.. :( sebelum pulsa habis.. :( maka ku kirimin parcel untukmu ni isinya :
1 toples doa,, o:)
1 botol rasa sayang,,
1 ikat senyuman,, :)
1 liter kebahagiaan,, ({})
1 ikat harapan,,
1 keranjang kesuksesan,, nah gunakan baik" ya..
(gambar)
alinda 07-08-2013 18:36
assalamualaikum,
ramadhan tahun ini akan segera berakhir dan hari idul fitripun akan segera tiba, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,smoga puasa yg kita jalani tahun ini mendapatkan berkah dan balasan yg sesuai dari allah swt.
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H"
ALINDA NUR FITRIANI DAN SEKELUARGA
indri 07-08-2013 18:50
untuk hati yang pernah terluka oleh lidah yang tajam
dan untuk jiwa yangperih oleh tingkah laku yang buruk
di hari nan fitri ini, kumohonkan maaf sebesar-besarnya..
selamat hari raya idul fitri 1434 H :)
mohon maaf lahir dan batin
*indri anisa*
segini dulu deh friend,,,, nanti dilanjut lagi ##bagian 3##
Kamis, 22 Agustus 2013
## bagian 1 ## sms yang ngucapin selamat idul fitri
assalamualaikum...
sudah lama tak memposting, kangen rasanya,, karena beberapa sebab yang membuat account blog ini sulit untuk di buka kembali...
tapi alhamdulillah malem ini bisa terbuka,,
oke friends, menjelang idul fitri kemarin hape banjir nih sama ucapan idul fitri,, mau di share di sini buat jadi kenang-kenangan, kali aja ada yg mau tau gitu... maaf juga ni klo kata"a ada yg alay dikit,, he hihihihi
-----------------------tuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttttttt------------------
Sentia(anak sd yg dulu di lesin) 01-08-2013 12:40
Minal aizin wal faizin.. mohon maaaf lahir dan batin.. kalo ku punya salah maafin aku yakh karna aku adalah manusia biasa yg tak sempurna pasti punya salah..sekali lagi aku minta maaf mau di sengaja atau tidak sengaja ..
ex: sentia
Ismi (anak sd yg les)03-08-2013 20:01
"7 hari" Allah mncptkn "BUMI" yg d dlm'y trdpt "7BENUA" "7SAMUDRA"& d ats'ya ad "7 LPIS LNGT" 7 LAPIS BUMI" dgn hiasan "7 Wrn pelngi" sbg tnda "7 Bidadari" maka surt prtamadlm Al-Quran (al-fatihah) trdapt "7yat" n "7 Hr Lgi kta akn mnyambut hri Rya IdL ftRI 1441 H "brsh kn hti suci kn dri" minl adin wal faizn mohon maaf lahir n batin. (ismi noor ajizha)
TIDAK ad MANUSIA yang SEMPURNA.. Maaf jika aq banyak salah.. :( KARNA sesungguhnya KESEMPURNAAN milik TUHAN..
my brother 04-08-2013
"selamat hari raya idul fitri"
tinggal be"rpa hri lgi rya idul fitri tiba..
maka sebelum hari raya idul fitri tiba, aku minta maaf atas semua "KESALAHAN" yng pernah ku bwat .. salam dri yusuf dan keluarga :-) ya
astri 06-08-2013 11:22
kadang aku sepolos spongebob, kadang aku sebodoh patrick, kadang aku sejutek dan segalak squidward, kadang akupun sekasar sandy. dan kadang aku sepelit tuan krab, bahkan kadang aku sejahat plankton +))
jadi, tolong maafkan segala kesalahanku ya.. :) yang mungkin sebesar bikini bottom :D
ghuu ety 06-08-2013 15:54
terselip khilaf dalam canda tergores luka dalam tawa terbelit pilu dalam tingkah tersinggung rasa dalam bicara mari
kita saling memaafkan.. :)maka dari itu saya ucapkan minalaidzin wa faidzin mohon maaf lahir & batin :)ety n keluarga
winda sofihan 07-08-2013 12:03
"..Sejatinya kebahagiaan itu didapat melalui proses titrasi asam basa kehidupan yang panjang yang dengan karenanya akan menghasilkan sebuah titik ekuivalen yang akurat menurut perhitungan-Nya" #TitrasiAsamBasaCinta- Winda"adniwso"Sofihan.
Selamat Idul Fitr 1434 H, mohon maaf lahir dan batin
##### bagian 1### nanti d lanjut lagi ya
sudah lama tak memposting, kangen rasanya,, karena beberapa sebab yang membuat account blog ini sulit untuk di buka kembali...
tapi alhamdulillah malem ini bisa terbuka,,
oke friends, menjelang idul fitri kemarin hape banjir nih sama ucapan idul fitri,, mau di share di sini buat jadi kenang-kenangan, kali aja ada yg mau tau gitu... maaf juga ni klo kata"a ada yg alay dikit,, he hihihihi
-----------------------tuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttttttt------------------
Sentia(anak sd yg dulu di lesin) 01-08-2013 12:40
Minal aizin wal faizin.. mohon maaaf lahir dan batin.. kalo ku punya salah maafin aku yakh karna aku adalah manusia biasa yg tak sempurna pasti punya salah..sekali lagi aku minta maaf mau di sengaja atau tidak sengaja ..
ex: sentia
Ismi (anak sd yg les)03-08-2013 20:01
"7 hari" Allah mncptkn "BUMI" yg d dlm'y trdpt "7BENUA" "7SAMUDRA"& d ats'ya ad "7 LPIS LNGT" 7 LAPIS BUMI" dgn hiasan "7 Wrn pelngi" sbg tnda "7 Bidadari" maka surt prtamadlm Al-Quran (al-fatihah) trdapt "7yat" n "7 Hr Lgi kta akn mnyambut hri Rya IdL ftRI 1441 H "brsh kn hti suci kn dri" minl adin wal faizn mohon maaf lahir n batin. (ismi noor ajizha)
TIDAK ad MANUSIA yang SEMPURNA.. Maaf jika aq banyak salah.. :( KARNA sesungguhnya KESEMPURNAAN milik TUHAN..
my brother 04-08-2013
"selamat hari raya idul fitri"
tinggal be"rpa hri lgi rya idul fitri tiba..
maka sebelum hari raya idul fitri tiba, aku minta maaf atas semua "KESALAHAN" yng pernah ku bwat .. salam dri yusuf dan keluarga :-) ya
astri 06-08-2013 11:22
kadang aku sepolos spongebob, kadang aku sebodoh patrick, kadang aku sejutek dan segalak squidward, kadang akupun sekasar sandy. dan kadang aku sepelit tuan krab, bahkan kadang aku sejahat plankton +))
jadi, tolong maafkan segala kesalahanku ya.. :) yang mungkin sebesar bikini bottom :D
ghuu ety 06-08-2013 15:54
terselip khilaf dalam canda tergores luka dalam tawa terbelit pilu dalam tingkah tersinggung rasa dalam bicara mari
kita saling memaafkan.. :)maka dari itu saya ucapkan minalaidzin wa faidzin mohon maaf lahir & batin :)ety n keluarga
winda sofihan 07-08-2013 12:03
"..Sejatinya kebahagiaan itu didapat melalui proses titrasi asam basa kehidupan yang panjang yang dengan karenanya akan menghasilkan sebuah titik ekuivalen yang akurat menurut perhitungan-Nya" #TitrasiAsamBasaCinta- Winda"adniwso"Sofihan.
Selamat Idul Fitr 1434 H, mohon maaf lahir dan batin
##### bagian 1### nanti d lanjut lagi ya
Rabu, 10 Juli 2013
Sistem Reproduksi pada Hewan
2.2.1 Reproduksi pada Invertebrata
1. Perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
• Membelah diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu selmenjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
• Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
• Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
• Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera
• Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut
2. Perkembangbiakan seksual
Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
2. Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas konjugasi dan anisogami.
o Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
o Anisogami, yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
Pembiakan seksual lainnya dapat kita temukan pada:
Hydra
Selain berkembang biak secara aseksual (bertunas) Hydra juga dapat berkembang biak secara seksual. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan testis dan ovarium, yang terdapat pada satu tubuh (hermafrodit). Alat tersebut masing-masing menghasilkan spermatozoid dun ovum. Hasil pembuahannya adalah zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi hewan baru.
Cacing pita
Tubuh cacing pita terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Pada setiap proglotid terdapat ovarium yang menghasilkan ovum dan testis yang menghasilkan sel sperma. Bila sel telur dan sel sperma sudah masak, maka terjadilah pembuahan didalam proglotid yang menghasilkan zigot.
Cacing tanah
Dalam tubuh cacing tanah terdapat beberapa segmen yang kulitnya menebal disebut klitelum. Dalam segmen tersebut terdapat testis yang membentuk spermatozoid, dan ovarium yang membentuk ovum. Walaupun ovum dan spermatozoid terdapat dalam satu tubuh, cacing tanah tidak pernah mengadakan pembuahan sendiri, tetapi melakukan perkawinan dengan mempertukarkan spermatozoid (perkawinan silang).
Serangga
Pada beberapa jenis serangga, misalnya lebah madu (Apis indica), terdapat koloni yang terdiri atas ratu yang fertil, pejantan fertil dan mati setelah kawin, dan pekerja yang mandul (steril). Pada waktu kawin, sperma dari jantan disimpan dalam kantung sperma di induk betina. Sperma ini merupakan cadangan sperma selama ratu hidup. Bila telur yang telah matang dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan berkembang menjadi calon ratu, calon pekerja atau prajurit, sedangkan yang tidak dibuahi (partenogenesis) akan berkembang menjadi pejantan. Lebah pekerja dan prajurit menjadi mandul (streril) karena pengaruh lingkungan, yaitu kurang makan.
2.2.2 Reproduksi pada Vertebrata
Vertebrata hanya dapat berkembang biak secara kawin (seksual), yaitu melalui peleburan antara ovum dan spermatozoid. Pembuahan pada vertebrata dapat terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Bila terjadi di luar tubuh disebut fertilisasi eksternal, misalnya pada ikan dan katak. Bila pembuahannya terjadi di dalam tubuh disebut fertilisasi interna. Misalnya pada reptilia, burung, dan hewan menyusui.
Perkembangbiakan pada vertebrata dapat dibedakan atas:
1. Ovipar (bertelur), ialah hewan yang meletakkan telur di luar tubuhnya. Embrio berkembang di dalam telur dan memperoleh sumber makanan dari cadangan makanan dalam telur. Misalnya ikan, burung, amfibia, dan sebagian reptilia.
2. Ovovivipar (bertelur-beranak), ialah hewan yang menghasilkan telur, dan embrio berkembang dalam telur. Pembeda dengan ovipar adalah kelompok hewan ovovivipar tidak mengeluarkan telurnya dari dalam tubuh. Jadi embrio tetap tumbuh di dalam telur tetapi tetap berada di dalam tubuh induk. Saat menetas dan keluar dari tubuh induknya tampak seperti melahirkan. Misalnya, ikan Hiu, kadal, dan beberapa jenis ular.
3. Vivipar (beranak), ialah hewan yang melahirkan anaknya. Embrio berkembang di dalam tubuh induknya dan mendapatkan makanan dari induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari). Misalnya, manusia dan hewan menyusui lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
David. 2011. http://konservasi-laut.blogspot.com/2011/06/sistem-reproduksi-pada- tumbuhan.html. 26 Mei 2013.
Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
-------.2006. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
1. Perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
• Membelah diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu selmenjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
• Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
• Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
• Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera
• Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut
2. Perkembangbiakan seksual
Pada reproduksi seksual tidak selalu terjadi pembuahan, namun kadang-kadang dapat terbentuk individu baru tanpa adanya pembuahan, sehingga reproduksi secara kawin pada hewan invertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Tanpa pembuahan, yaitu pada peristiwa partenogenesis, sel telur tanpa dibuahi dapat tumbuh menjadi individu baru. Misalnya pada lebah jantan dan semut jantan.
2. Dengan pembuahan, dapat dibedakan atas konjugasi dan anisogami.
o Konjugasi, ini terjadi pada invertebrata yang belum jelas alat reproduksinya misalnya Paramecium.
o Anisogami, yaitu peleburan dua asel kelamin yang tidak sama besarnya, misalnya peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium, dan peleburan sperma dengan ovum di dalam rahim.
Pembiakan seksual lainnya dapat kita temukan pada:
Hydra
Selain berkembang biak secara aseksual (bertunas) Hydra juga dapat berkembang biak secara seksual. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan testis dan ovarium, yang terdapat pada satu tubuh (hermafrodit). Alat tersebut masing-masing menghasilkan spermatozoid dun ovum. Hasil pembuahannya adalah zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi hewan baru.
Cacing pita
Tubuh cacing pita terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Pada setiap proglotid terdapat ovarium yang menghasilkan ovum dan testis yang menghasilkan sel sperma. Bila sel telur dan sel sperma sudah masak, maka terjadilah pembuahan didalam proglotid yang menghasilkan zigot.
Cacing tanah
Dalam tubuh cacing tanah terdapat beberapa segmen yang kulitnya menebal disebut klitelum. Dalam segmen tersebut terdapat testis yang membentuk spermatozoid, dan ovarium yang membentuk ovum. Walaupun ovum dan spermatozoid terdapat dalam satu tubuh, cacing tanah tidak pernah mengadakan pembuahan sendiri, tetapi melakukan perkawinan dengan mempertukarkan spermatozoid (perkawinan silang).
Serangga
Pada beberapa jenis serangga, misalnya lebah madu (Apis indica), terdapat koloni yang terdiri atas ratu yang fertil, pejantan fertil dan mati setelah kawin, dan pekerja yang mandul (steril). Pada waktu kawin, sperma dari jantan disimpan dalam kantung sperma di induk betina. Sperma ini merupakan cadangan sperma selama ratu hidup. Bila telur yang telah matang dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan berkembang menjadi calon ratu, calon pekerja atau prajurit, sedangkan yang tidak dibuahi (partenogenesis) akan berkembang menjadi pejantan. Lebah pekerja dan prajurit menjadi mandul (streril) karena pengaruh lingkungan, yaitu kurang makan.
2.2.2 Reproduksi pada Vertebrata
Vertebrata hanya dapat berkembang biak secara kawin (seksual), yaitu melalui peleburan antara ovum dan spermatozoid. Pembuahan pada vertebrata dapat terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Bila terjadi di luar tubuh disebut fertilisasi eksternal, misalnya pada ikan dan katak. Bila pembuahannya terjadi di dalam tubuh disebut fertilisasi interna. Misalnya pada reptilia, burung, dan hewan menyusui.
Perkembangbiakan pada vertebrata dapat dibedakan atas:
1. Ovipar (bertelur), ialah hewan yang meletakkan telur di luar tubuhnya. Embrio berkembang di dalam telur dan memperoleh sumber makanan dari cadangan makanan dalam telur. Misalnya ikan, burung, amfibia, dan sebagian reptilia.
2. Ovovivipar (bertelur-beranak), ialah hewan yang menghasilkan telur, dan embrio berkembang dalam telur. Pembeda dengan ovipar adalah kelompok hewan ovovivipar tidak mengeluarkan telurnya dari dalam tubuh. Jadi embrio tetap tumbuh di dalam telur tetapi tetap berada di dalam tubuh induk. Saat menetas dan keluar dari tubuh induknya tampak seperti melahirkan. Misalnya, ikan Hiu, kadal, dan beberapa jenis ular.
3. Vivipar (beranak), ialah hewan yang melahirkan anaknya. Embrio berkembang di dalam tubuh induknya dan mendapatkan makanan dari induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari). Misalnya, manusia dan hewan menyusui lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
David. 2011. http://konservasi-laut.blogspot.com/2011/06/sistem-reproduksi-pada- tumbuhan.html. 26 Mei 2013.
Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
-------.2006. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
Senin, 01 Juli 2013
Sistem Reproduksi pada Tumbuhan
Reproduksi pada tumbuhan berlangsung melalui 2 cara yaitu vegetatif dan generatif.
Reproduksi secara vegetatif
1. Reproduksi secara vegetatif alami
Ada beberapa cara tumbuhan melakukan propagasi vegetatif alami, antara lain dengan umbi lapis, umbi batang, rizom, tunas liar (adventif), tunas, geragih, spora, dan fragmentasi.
• Spora
Reproduksi dengan spora biasanya terjadi pada lumut dan tumbuhan paku. Spora tumbuhan lumut dibentuk oleh geneasi sporofitnya, yaitu di dalam sporangium (kotak spora). Spora tumbuhan paku dihasilkan oleh daun fertile (sporofil) pada permukaan bawah daun fertile(sporofil) pada permukaan bawah daun atau di tepi-tepi daun.
• fragmentasi
Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan diri dari koloni induknya dan tumbuhan menjadi indifidu baru. Pada umumnya, fragmentasi terjadi pada ganggang hijau yang berbentuk filament, misalnya Hydrodictin sp.
• Tunas
Biasanya tunas muncul pada tumbuhan yang telah dewasa (tua). Tunas ini dapat munculdari akar, batang, atau daun.
Tunas batang misalnya terjadi pada tumbuhan bamboo, tebu, dan pisang. Tunas akar misalnya pada tumbuhan cemara, sukun, kesemek. Tunas daun pada tumbuhan cocor bebek. Tunas-tunas yang muncul selain pada batang dinamakan tunas adventif (liar).
• Umbi lapis
Umbi lapis adalah batang yang tumbuh di bawah tanah. Bentuk umbi lapis menggelembung, berair, dan memiliki sisik-sisik daun yang berfungsisebagai cadangan makanan.
Umbi lapis memilliki tunas samping (anak umbi lapis) yang tumbuh di antara daun. Tunas samping akan tumbuh menjadi individu baru dan memisahkan diri dari induknya. Tumbuhan yang membentuk umbi lapis antara lain bawang merah Daffodil.
• Umbi batang (Tuber)
Umbi batang adalah batang yang menggelembung di bawah tanah. Umbi batang berisi cadangan makanan. Pada umbi batang terdapat mata tunas-mata tunas yang kelak tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi batang terdapat antara lain pada kentang.
• Rizom
Rizom adalah batang yang tebal dan tumbuh di bawah tanah. Pada rizom terdapat tunas, sisik-sisik daun, dan antarruas. Jika rizom terpisah dari induknya maka akan tumbuh menjadi individu baru. Rizom terdapat pada tumbuhan Zingiberaceae, bamboo, dahlia, dan beberapa jenis rumput.
• Stolon (Geragih)
Stolon sering kita lihat pada rumout-rumputan liar. Stolon merupakan batang yang menjalar di permukaan atau di bawah tanah. Panjang stolon ini bisa bermeter-meter. Di sepanjang stolon tumbuh tunas-tunas liar yang kelak akan tumbuh menjadi indifidu baru.
Stolon yang menjulur di atas tanah misalnya pegagan (Centella asiatic) dan stroberi (Fragraria fesca), sedangkan yang menjalar di bawah tanah misalnya rumput teki (Cypcrus rotundus).
2. Reproduksi Vegetatif secara Buatan.
Reproduksi secara buatan merupakan cara reproduksi dengan campur tangan manusia. Reproduksi cara ini bertujuan agar tumbuhan segera menghasilkan buah yang berkualitas dan dalam jumlah yang lebih banyak serta tahan terhadap serangan penyakit. Reproduksi secara buatan ini dapat melakukan bermacam-macam cara, antara lain stek, cangkok, mengenten, okulasi, dan merunduk.
• Stek
Stek adalah cara perkembangbiakan dengan menggunakan potongan-potongan batang atau cabang, terutama pada daerah yang berbuku-buku, misalnya tanamanHibiscus tiliaceus (waru) dan Saccharum officinarum (tebu).
• Cangkok
Cangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang sebagian kulit dan kambium secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup dengan tanah yang kemudian dibungkus dengan pembalut (sabut atau pelastik). Setelah akar tumbuh , batang dipotong kemudian ditanam. Cangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuhan yang tergolong dikotil, terutama buah-buahan.
• Mengenten
Mengenten adalah menyambung dua jenis tumbuhan yang -berbeda. Mula-mula biji tumbuhan disemaikan. Setelah tumbuh sebesar yang diinginkan, lalu dipotong dan disambung dengan potongan cabang/ranting jenis tumbuhan lain yang kualitasnya lebih baik dan diameter batangnya kurang lebih sama, lalu dibalut dan diikat dengan kuat.
• Okulasi (Menempel)
Okulasi pada dasarnya sama dengan mengenten, tetapi tumbuhan yang ditaruh di atas hanya diambil mata tunasnya saja. Kedua macam tumbuhan yang diokulasi biasanya mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri, misalnya tumbuhan jeruk yang perakarannya kuat, buahnya sedikit dan kecil-kecil dengan tumbuhan jeruk yang perakaran lemah namun dapat berbuah banyak dan besar-besar.
• Merunduk
Merunduk adalah menundukkan cabnag/batang tumbuhan hingga masuk ke dalam tanah. Pada bagian yang ditimbun tanah tersebut kemudian akan muncul akar. Setelah perakaran kuat, lalu batang dipotong dan dipisahkan dengan induknya.
Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah dengan system kultur jaringan. Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel tumbuhan dalam medium buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan tumbuh individu baru yang sama dengan induknya.
2 Reproduksi Generatif
Perkembangan khusus untuk tumbuhan Spermatophyta melalui dua peristiwa penting, yaitu penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari di kepala putik untuk tumbuhan Gymnospermae.
Agar serbuk sari sampai ke kepala putik maka dalam penyerbukan ada hal-hal yang menjadi perantaranya, antara lain angin, air, hewan, dan manusia.
• Angin (Anemogami)
Anemogami adalah sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan angina. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya secara anemogami adalah sebagai berikut:
1. bunga tidak berwarna cerah, biasanya hijau, dan tidak terdapat kelopak bunga
2. bunga tidak berbau
3. tidak memiliki kelenjar madu
4. benang sari bertangkai panjang dan berjumbai di luar bunga
5. putik melekat di tengah
6. serbuk sari sangat banyak, kecil seperti bubuk, kering, ringan, dan permukaannya halus
7. struktur bunga sederhana
8. putik berbentuk spiral atau pensil sehingga membentuk permukaan yang lebih besar untuk memudahkan menangkap serbuk sari.
Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan.
• Air (Hidrogami)
Hidrogami artinya sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan air. Hidrogami lazim terjadi pada tumbuhan air, misalnya Hydrilla, eceng gondok, dan teratai.
• Hewan (Zoidiogami)
Penyerbukan dengan perantara hewan biasanya dilakukan oleh serangga, burung, kelelawar, dan siput.
Hewan-hewan yang berperan dalam penyerbukan disebut polinator dan peristiwa penyerbukannya disebut polinasi.
Entomogami
Entomogami adalah penyerbukan dengan perantara serangga. Entomogami biasanya terjadi pada tumbuhan yang menghasilkan madu dan serbuk sari. Contoh hewannya, antara lain kupu-kupu, lalat, kumbang, dan lebah.
Saat mengisap madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari, dan jika serangga beralih ke bunga lain atau menyentuh kepala kepala putik tersebut sehingga terjadilah penyerbukan.
Ciri-ciri bunga yang diserbuki oleh serangga adalah sebagai berikut:
1. mahkota dan benang sari berwarna cerah
2. memiliki kelenjar madu
3. benang sari di dalam bunga
4. anthera (kepala sari) bersatu di bagian dasar atau belakangnya
5. serbuk sari hanya sedikit, besar seperti tepung, berat, lengket, dan kadang-kadang permukaannya berukir
6. putik lengket dan kecil
7. struktur bunga termodifikasi untuk tempat mendarat dan makan bagi serangga
8. bunga berbau harum
9. Ornitogami
Ornitogami adalah penyerbukan dengan bantuan burung. Bunga yang dipolinasi oleh burung biasanya mengandung madu dan air, serta berwarna merah atau mengandung unsure warna merah karena burung peka terhadap warna ini. Selain itu, bentuk bunga yang diserbuki burung biasanya khusus. Contohnya, bunga yang diserbuki oleh burung kolibri memiliki tabung nectar yang panjang dan sempit. Burung kolibri menjilat madu dengan lidahnya yang tipis dan panjang.
Kelelawar (Kripterogami)
Kripterogami adalah penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Bunga yang dipolinasi oleh kelelawar biasanya mekar di malam hari, berukuran besar, berwarna cerah, dan letaknya tidaknya tersembunyi.
Siput (Malakogami)
Malakogami adalah penyerbukan yang terjadi dengan bantuan siput. Malakogami terjadi pada tumbuhan yang sering dikunjungi siput.
• Manusia (Antropogami)
Antropogami adalah penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia, misalnya penyerbukan pada bunga tumbuhan vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan dengan perantara manusia biasanya dilakukan karena bunga tersebut tidak dapat menyerbuk sendiri atau karena manusia ingin melakukan persilangan buatan untuk mencari varietas-varietas baru.
DAFTAR PUSTAKA
David. 2011. http://konservasi-laut.blogspot.com/2011/06/sistem-reproduksi-pada- tumbuhan.html. 26 Mei 2013.
Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
-------.2006. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
Reproduksi secara vegetatif
1. Reproduksi secara vegetatif alami
Ada beberapa cara tumbuhan melakukan propagasi vegetatif alami, antara lain dengan umbi lapis, umbi batang, rizom, tunas liar (adventif), tunas, geragih, spora, dan fragmentasi.
• Spora
Reproduksi dengan spora biasanya terjadi pada lumut dan tumbuhan paku. Spora tumbuhan lumut dibentuk oleh geneasi sporofitnya, yaitu di dalam sporangium (kotak spora). Spora tumbuhan paku dihasilkan oleh daun fertile (sporofil) pada permukaan bawah daun fertile(sporofil) pada permukaan bawah daun atau di tepi-tepi daun.
• fragmentasi
Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan diri dari koloni induknya dan tumbuhan menjadi indifidu baru. Pada umumnya, fragmentasi terjadi pada ganggang hijau yang berbentuk filament, misalnya Hydrodictin sp.
• Tunas
Biasanya tunas muncul pada tumbuhan yang telah dewasa (tua). Tunas ini dapat munculdari akar, batang, atau daun.
Tunas batang misalnya terjadi pada tumbuhan bamboo, tebu, dan pisang. Tunas akar misalnya pada tumbuhan cemara, sukun, kesemek. Tunas daun pada tumbuhan cocor bebek. Tunas-tunas yang muncul selain pada batang dinamakan tunas adventif (liar).
• Umbi lapis
Umbi lapis adalah batang yang tumbuh di bawah tanah. Bentuk umbi lapis menggelembung, berair, dan memiliki sisik-sisik daun yang berfungsisebagai cadangan makanan.
Umbi lapis memilliki tunas samping (anak umbi lapis) yang tumbuh di antara daun. Tunas samping akan tumbuh menjadi individu baru dan memisahkan diri dari induknya. Tumbuhan yang membentuk umbi lapis antara lain bawang merah Daffodil.
• Umbi batang (Tuber)
Umbi batang adalah batang yang menggelembung di bawah tanah. Umbi batang berisi cadangan makanan. Pada umbi batang terdapat mata tunas-mata tunas yang kelak tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi batang terdapat antara lain pada kentang.
• Rizom
Rizom adalah batang yang tebal dan tumbuh di bawah tanah. Pada rizom terdapat tunas, sisik-sisik daun, dan antarruas. Jika rizom terpisah dari induknya maka akan tumbuh menjadi individu baru. Rizom terdapat pada tumbuhan Zingiberaceae, bamboo, dahlia, dan beberapa jenis rumput.
• Stolon (Geragih)
Stolon sering kita lihat pada rumout-rumputan liar. Stolon merupakan batang yang menjalar di permukaan atau di bawah tanah. Panjang stolon ini bisa bermeter-meter. Di sepanjang stolon tumbuh tunas-tunas liar yang kelak akan tumbuh menjadi indifidu baru.
Stolon yang menjulur di atas tanah misalnya pegagan (Centella asiatic) dan stroberi (Fragraria fesca), sedangkan yang menjalar di bawah tanah misalnya rumput teki (Cypcrus rotundus).
2. Reproduksi Vegetatif secara Buatan.
Reproduksi secara buatan merupakan cara reproduksi dengan campur tangan manusia. Reproduksi cara ini bertujuan agar tumbuhan segera menghasilkan buah yang berkualitas dan dalam jumlah yang lebih banyak serta tahan terhadap serangan penyakit. Reproduksi secara buatan ini dapat melakukan bermacam-macam cara, antara lain stek, cangkok, mengenten, okulasi, dan merunduk.
• Stek
Stek adalah cara perkembangbiakan dengan menggunakan potongan-potongan batang atau cabang, terutama pada daerah yang berbuku-buku, misalnya tanamanHibiscus tiliaceus (waru) dan Saccharum officinarum (tebu).
• Cangkok
Cangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang sebagian kulit dan kambium secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup dengan tanah yang kemudian dibungkus dengan pembalut (sabut atau pelastik). Setelah akar tumbuh , batang dipotong kemudian ditanam. Cangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuhan yang tergolong dikotil, terutama buah-buahan.
• Mengenten
Mengenten adalah menyambung dua jenis tumbuhan yang -berbeda. Mula-mula biji tumbuhan disemaikan. Setelah tumbuh sebesar yang diinginkan, lalu dipotong dan disambung dengan potongan cabang/ranting jenis tumbuhan lain yang kualitasnya lebih baik dan diameter batangnya kurang lebih sama, lalu dibalut dan diikat dengan kuat.
• Okulasi (Menempel)
Okulasi pada dasarnya sama dengan mengenten, tetapi tumbuhan yang ditaruh di atas hanya diambil mata tunasnya saja. Kedua macam tumbuhan yang diokulasi biasanya mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri, misalnya tumbuhan jeruk yang perakarannya kuat, buahnya sedikit dan kecil-kecil dengan tumbuhan jeruk yang perakaran lemah namun dapat berbuah banyak dan besar-besar.
• Merunduk
Merunduk adalah menundukkan cabnag/batang tumbuhan hingga masuk ke dalam tanah. Pada bagian yang ditimbun tanah tersebut kemudian akan muncul akar. Setelah perakaran kuat, lalu batang dipotong dan dipisahkan dengan induknya.
Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah dengan system kultur jaringan. Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel tumbuhan dalam medium buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan tumbuh individu baru yang sama dengan induknya.
2 Reproduksi Generatif
Perkembangan khusus untuk tumbuhan Spermatophyta melalui dua peristiwa penting, yaitu penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari di kepala putik untuk tumbuhan Gymnospermae.
Agar serbuk sari sampai ke kepala putik maka dalam penyerbukan ada hal-hal yang menjadi perantaranya, antara lain angin, air, hewan, dan manusia.
• Angin (Anemogami)
Anemogami adalah sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan angina. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya secara anemogami adalah sebagai berikut:
1. bunga tidak berwarna cerah, biasanya hijau, dan tidak terdapat kelopak bunga
2. bunga tidak berbau
3. tidak memiliki kelenjar madu
4. benang sari bertangkai panjang dan berjumbai di luar bunga
5. putik melekat di tengah
6. serbuk sari sangat banyak, kecil seperti bubuk, kering, ringan, dan permukaannya halus
7. struktur bunga sederhana
8. putik berbentuk spiral atau pensil sehingga membentuk permukaan yang lebih besar untuk memudahkan menangkap serbuk sari.
Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan.
• Air (Hidrogami)
Hidrogami artinya sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan air. Hidrogami lazim terjadi pada tumbuhan air, misalnya Hydrilla, eceng gondok, dan teratai.
• Hewan (Zoidiogami)
Penyerbukan dengan perantara hewan biasanya dilakukan oleh serangga, burung, kelelawar, dan siput.
Hewan-hewan yang berperan dalam penyerbukan disebut polinator dan peristiwa penyerbukannya disebut polinasi.
Entomogami
Entomogami adalah penyerbukan dengan perantara serangga. Entomogami biasanya terjadi pada tumbuhan yang menghasilkan madu dan serbuk sari. Contoh hewannya, antara lain kupu-kupu, lalat, kumbang, dan lebah.
Saat mengisap madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari, dan jika serangga beralih ke bunga lain atau menyentuh kepala kepala putik tersebut sehingga terjadilah penyerbukan.
Ciri-ciri bunga yang diserbuki oleh serangga adalah sebagai berikut:
1. mahkota dan benang sari berwarna cerah
2. memiliki kelenjar madu
3. benang sari di dalam bunga
4. anthera (kepala sari) bersatu di bagian dasar atau belakangnya
5. serbuk sari hanya sedikit, besar seperti tepung, berat, lengket, dan kadang-kadang permukaannya berukir
6. putik lengket dan kecil
7. struktur bunga termodifikasi untuk tempat mendarat dan makan bagi serangga
8. bunga berbau harum
9. Ornitogami
Ornitogami adalah penyerbukan dengan bantuan burung. Bunga yang dipolinasi oleh burung biasanya mengandung madu dan air, serta berwarna merah atau mengandung unsure warna merah karena burung peka terhadap warna ini. Selain itu, bentuk bunga yang diserbuki burung biasanya khusus. Contohnya, bunga yang diserbuki oleh burung kolibri memiliki tabung nectar yang panjang dan sempit. Burung kolibri menjilat madu dengan lidahnya yang tipis dan panjang.
Kelelawar (Kripterogami)
Kripterogami adalah penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Bunga yang dipolinasi oleh kelelawar biasanya mekar di malam hari, berukuran besar, berwarna cerah, dan letaknya tidaknya tersembunyi.
Siput (Malakogami)
Malakogami adalah penyerbukan yang terjadi dengan bantuan siput. Malakogami terjadi pada tumbuhan yang sering dikunjungi siput.
• Manusia (Antropogami)
Antropogami adalah penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia, misalnya penyerbukan pada bunga tumbuhan vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan dengan perantara manusia biasanya dilakukan karena bunga tersebut tidak dapat menyerbuk sendiri atau karena manusia ingin melakukan persilangan buatan untuk mencari varietas-varietas baru.
DAFTAR PUSTAKA
David. 2011. http://konservasi-laut.blogspot.com/2011/06/sistem-reproduksi-pada- tumbuhan.html. 26 Mei 2013.
Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
-------.2006. Biologi SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
Kamis, 09 Mei 2013
foto-foto
sebenernya foto-foto ni semua temen yang ambil,,, tapi karena ada foto akunya jadi minta deh, terus mw dibagikan di blog, kali aja ada yang pengen tau, wulung sari itu temen"a kya gmn sii.. hehehe
cuma dikit doank ko... he..
selamat melihat-lihat..


.jpg)





cuma dikit doank ko... he..
selamat melihat-lihat..


.jpg)





kuliah ya?
kuliah? ngampus?
ah saya pikir awalnya mirip seperti di film" gt,, anak"a keren", keceh", pada bawa mobil mewah, y pokonya kya di film gt lah..
ternyata NGGAK..!! jauh bgt,, v mungkin gmn orangnya jg sii,,
yang saya alami sii ngampus itu capek, kenapa? soalnya kalau udah berangkat ngampus, masuk kelas, terus dosennya gak hadir (SERING BGT) seriusan...!! kan jadi bete terus balik lagi deh k home, mana ongkos mahal lagi.... *jadi curhat
kan mengganggu banget,,
muka anak" di kampus beda bgt ma yg kaya di film", haha jarang yang punya muka ala BOYBAND atau GIRLBAND,, muka capek semua,, banyak pikiran kali ya, belom bayar kuliah, belom ngerjain tugas, jadwal kuliah bentrok ma kerjan(banyak yg sambil kerja), habis diputusin pacar, atau mungkin lg kesel ma dosen gara" sering pake hari libur btw ganti pergantian jam yang bolos dulunya..
haduh...
menurut saya kuliah tuh lebih mirip mALL daripada tempat menuntut ilmu, kaya orang mau fashion show, gayanya aneh",, tapi gak keren,,, parkiran penuh, bnyak yg ngobrol di pinggiran kelas atau di pegangan pembatas lingkar tengah di lantai atas,,
ya begitulah kuliah jaman sekarang,,
titip absen gak bakal ketahuan jg, jadi pada mojok deh,, *ehh,,,, hehe
lanjut nanti deh ceritanya
postingan ni di buat cuma bwt update aja ko,, kn sayang blog ini udah lama kga di update,, smoga stelah ni, saya bisa dapet bahan update yang lebih bermanfaat ya buat kalian para pembaca.. bye2...
ah saya pikir awalnya mirip seperti di film" gt,, anak"a keren", keceh", pada bawa mobil mewah, y pokonya kya di film gt lah..
ternyata NGGAK..!! jauh bgt,, v mungkin gmn orangnya jg sii,,
yang saya alami sii ngampus itu capek, kenapa? soalnya kalau udah berangkat ngampus, masuk kelas, terus dosennya gak hadir (SERING BGT) seriusan...!! kan jadi bete terus balik lagi deh k home, mana ongkos mahal lagi.... *jadi curhat
kan mengganggu banget,,
muka anak" di kampus beda bgt ma yg kaya di film", haha jarang yang punya muka ala BOYBAND atau GIRLBAND,, muka capek semua,, banyak pikiran kali ya, belom bayar kuliah, belom ngerjain tugas, jadwal kuliah bentrok ma kerjan(banyak yg sambil kerja), habis diputusin pacar, atau mungkin lg kesel ma dosen gara" sering pake hari libur btw ganti pergantian jam yang bolos dulunya..
haduh...
menurut saya kuliah tuh lebih mirip mALL daripada tempat menuntut ilmu, kaya orang mau fashion show, gayanya aneh",, tapi gak keren,,, parkiran penuh, bnyak yg ngobrol di pinggiran kelas atau di pegangan pembatas lingkar tengah di lantai atas,,
ya begitulah kuliah jaman sekarang,,
titip absen gak bakal ketahuan jg, jadi pada mojok deh,, *ehh,,,, hehe
lanjut nanti deh ceritanya
postingan ni di buat cuma bwt update aja ko,, kn sayang blog ini udah lama kga di update,, smoga stelah ni, saya bisa dapet bahan update yang lebih bermanfaat ya buat kalian para pembaca.. bye2...
Jumat, 26 April 2013
kata-kata galau
sejak awal, kamu satu-satunya yang ingin aku miliki,
aku mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu itu
apakah ini salah? saat itu kau sudah bersama yang lain, ya, tak apa...
kini, kau tak lagi bersamanya, namun... pantaskah?
ku habiskan waktu untuk menunggumu,
ku habiskan kesetiaanku untukmu..
anadisaja aku tahu bagimana cara mengungkapkannya,,
andaisaja aku punya keberanian,
hiangga,,,tak berapa lama waktu berselang,,,
kau menggodaku, kau jadikan aku permainan,,
aku pikir kau sungguh-sungguh padaku, karena kau tau isi hatiku yang sebenarnya,,
tapi tidak,, kau hanya menjadikanku taruhan,,
aku ingin membuatmu mencintaiku dengan segala kekuranganku,,
aku mencintaimu, tapi kau tak pernah tahu itu
apakah ini salah? saat itu kau sudah bersama yang lain, ya, tak apa...
kini, kau tak lagi bersamanya, namun... pantaskah?
ku habiskan waktu untuk menunggumu,
ku habiskan kesetiaanku untukmu..
anadisaja aku tahu bagimana cara mengungkapkannya,,
andaisaja aku punya keberanian,
hiangga,,,tak berapa lama waktu berselang,,,
kau menggodaku, kau jadikan aku permainan,,
aku pikir kau sungguh-sungguh padaku, karena kau tau isi hatiku yang sebenarnya,,
tapi tidak,, kau hanya menjadikanku taruhan,,
aku ingin membuatmu mencintaiku dengan segala kekuranganku,,
Senin, 08 April 2013
DAFTAR PUSTAKA
Haryanto. 2011. http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode- pembelajaran/.
24 Januari 2013. 14:29
Shane, Harold G. 2002. Arti Pendidikan Bagi Masa Depan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugandi, Achmad, dkk. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang L UPT MKK UNNES.
-------. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang. PRESS
Wijaya, cece dkk. 1992. Upaya pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
24 Januari 2013. 14:29
Shane, Harold G. 2002. Arti Pendidikan Bagi Masa Depan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugandi, Achmad, dkk. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang L UPT MKK UNNES.
-------. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang. PRESS
Wijaya, cece dkk. 1992. Upaya pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
BAB III PENUTUP KARYA TULIS ILMIAH
2.10 KESIMPULAN
Pendidikan sangat penting bagi pengembangan manusia dan menciptakan masa depan yang lebih baik, sehingga pembelajaran dalam pendidikan harus dibenahi, pembelajaran yang merupakan peraduan dari aktivitas belajar dan mengajar mempunyai tujuan yang baik, yaitu mengubah perilaku menjadi positif dan mempunyai gaya hidup yang lebih baik. Dalam suatu pendidikan banyak faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah, diantaranya: guru, siswa, fasilitas, program/tujuan/rencana dan kurikulum.
Pembelajaran memiliki beberapa prinsip penting yang baik untuk dipelajari, sehingga terwujudnya tujuan pembelajaran itu sendiri. Dalam suatu pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari masalah-masalah yang mengganggu proses pembelajaran, tetapi masalah tersebut dapat teratasi apabila semua pihak bersatu untuk mengatasinya, sehingga terhapus dalam dunia pendidikan.
2.11 SARAN
Berikut beberapa saran yang penulis berikan untuk arah perkembangan selajutnya.
1. Menyatukan faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran agar berkesinambungan.
2. Mari kita bersatu-padu membenahi sarana dan prasarana yang belum sesuai untuk proses pembelajaran di sekolah.
3. Pembelajaran di sekolah menerapkan metode-metode yang sudah teruji.
Pendidikan sangat penting bagi pengembangan manusia dan menciptakan masa depan yang lebih baik, sehingga pembelajaran dalam pendidikan harus dibenahi, pembelajaran yang merupakan peraduan dari aktivitas belajar dan mengajar mempunyai tujuan yang baik, yaitu mengubah perilaku menjadi positif dan mempunyai gaya hidup yang lebih baik. Dalam suatu pendidikan banyak faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah, diantaranya: guru, siswa, fasilitas, program/tujuan/rencana dan kurikulum.
Pembelajaran memiliki beberapa prinsip penting yang baik untuk dipelajari, sehingga terwujudnya tujuan pembelajaran itu sendiri. Dalam suatu pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari masalah-masalah yang mengganggu proses pembelajaran, tetapi masalah tersebut dapat teratasi apabila semua pihak bersatu untuk mengatasinya, sehingga terhapus dalam dunia pendidikan.
2.11 SARAN
Berikut beberapa saran yang penulis berikan untuk arah perkembangan selajutnya.
1. Menyatukan faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran agar berkesinambungan.
2. Mari kita bersatu-padu membenahi sarana dan prasarana yang belum sesuai untuk proses pembelajaran di sekolah.
3. Pembelajaran di sekolah menerapkan metode-metode yang sudah teruji.
BAB II PEMBAHASAN KARYA TULIS ILMIAH
2.1 Pembelajaran
Pembelajaran adalah perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas mengajar menyangkut peranan seorang guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara pengajar itu sendiri dengan si belajar.
Dalam proses belajar mengajar (PBM) akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik atau anak didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar. Slameto, (2003:109), sedang pendidik adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar-mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Slameto. (2003:123).
Suatu pengajaran akan berhasil secara baik apabila seorang guru mampu mengubah diri siswa dalam arti luas menumbuhkembangkan keadaan siswa untuk belajar, sehingga dari pengalaman yang diperoleh siswa selama ia mengikuti proses pembelajaran tersebut dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadi siswa.
Dalam bukunya Sugandi, dkk (2004:9) menyatakan bahwa pembelajaran terjemahan dari kata “instruction” yang berarti self instruction (dari internal) dan eksternal instructions (dari eksternal). Pembelajaran yang bersifat eksternal antara lain datang dari guru yang disebut teacing atau pengajaran. Dalam pembelajaran yang bersifat eksternal prinsip-prinsip belajar dengan sendirinya akan menjadi prinsip-prinsip pembelajaran.
2.1.1 Definisi belajar
Belajar menurut Aaron Quinn Sartain adalah Suatu perubahan prilaku sebagai hasil pengalaman. Sugandi (2000:4).
Belajar merupakan suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru, berkat pengalaman dan latihan. Pengertian lain belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Slameto, (2003:2).
Belajar merupakan proses dasar perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan – perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Purwanto, dalam Panen (1999:84). mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Belajar merupakan kegiatan orang sehari-hari kegiatan belajar tersebut dapat dihayati atau dialami oleh orang yang sedang belajar.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa belajar merupakan proses yang menghasilkan suatu perubahan ataupun perkembangan dalam hal pengetahuan dan tingkah laku.
2.1.2 Definisi mengajar
Mengajar adalah berkomunikasi antara dua orang atau lebih di mana antara keduanya terdapat saling mempengaruhi melalui pemikiran-pemikiran mereka dan belajar adalah suatu interaksi itu.
Mengajar adalah mengisi pikiran siswa dengan berbagai informasi dan pengetahuan tentang fakta untuk kegunaan pada masa yang akan datang.
Mengajar adalah proses di mana pelajar, guru, kurikulum, dan variabel lain disusun dengan cara sistematis guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi, dari beberapa definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa mengajar adalah proses komunikasi antara dua pihak di mana pihak pertama memberi informasi dan pengetahuan kepada pihak kedua untuk suatu tujuan yang telah ditetapkan.
2.2 Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti: perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya.
2.3 Ciri-ciri Pembelajaran
Ciri–ciri dari pembelajaran dalam bukunya Sugandi, dkk (2000:25) antara lain:
1. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.
2. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.
3. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.
4. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.
5. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.
2.4 Prinsip-prisip Pembelajaran
Prinsip-prinsip pembelajaran dalam bukunya Sugandi, dkk (2000:27) antara lain,
1. Kesiapan Belajar
Faktor kesiapan baik fisik maupun psikologis merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar. Kondisi fisik dan psikologis ini biasanya sudah terjadi pada diri siswa sebelum ia masuk kelas. Oleh karena itu, guru tidak dapat terlalu banyak berbuat. Namun, guru diharapkan dapat mengurangi akibat dari kondisi tersebut dengan berbagai upaya pada saat membelajarkan siswa.
2. Perhatian
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek. Belajar sebagai suatu aktifitas yang kompleks membutuhkan perhatian dari siswa yang belajar. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui barbagai kiat untuk menarik perhatian siswa pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
3.Motivasi
Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif, saat orang melakukan aktifitas. Motivasi dapat menjadi aktif dan tidak aktif. Jika tidak aktif, maka siswa tidak bersemangat belajar. Dalam hal seperti ini, guru harus dapat memotivasi siswa agar siswa dapat mencapai tujuan belajar dengan baik.
4. Keaktifan Siswa
Kegiatan belajar dilakukan oleh siswa sehingga siswa harus aktif. Dengan bantuan guru, siswa harus mampu mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya .
5. Mengalami Sendiri
Prinsip pengalaman ini sangat penting dalam belajar dan erat kaitannya dengan prinsip keaktifan. Siswa yang belajar dengan melakukan sendiri, akan memberikan hasil belajar yang lebih cepat dan pemahaman yang lebih mendalam.
6. Pengulangan
Untuk mempelajari materi sampai pada taraf insight, siswa perlu membaca, berfikir, mengingat, dan latihan. Dengan latihan berarti siswa mengulang-ulang materi yang dipelajari sehingga materi tersebut mudah diingat. Guru dapat mendorong siswa melakukan pengulangan, misalnya dengan memberikan pekerjaan rumah, membuat laporan dan mengadakan ulangan harian.
7. Materi Pelajaran Yang Menantang
Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh rasa ingin tahu. Dengan sikap seperti ini motivasi anak akan meningkat. Rasa ingin tahu timbul saat guru memberikan pelajaran yang bersifat menantang atau problematis. Dengan pemberian materi yang problematis, akan membuat anak aktif belajar.
8. Balikan Dan Penguatan
Balikan atau feedback adalah masukan penting bagi siswa maupun bagi guru. Dengan balikan, siswa dapat mengetahui sejauh mana kemmpuannya dalam suatu hal, dimana letak kekuatan dan kelemahannya. Balikan juga berharga bagi guru untuk menentukan perlakuan selanjutnya dalam pembelajaran.
Penguatan atau reinforcement adalah suatu tindakan yang menyenangkan dari guru kepada siswa yang telah berhasil melakukan suatu perbuatan belajar. Dengan penguatan diharapkan siswa mengulangi perbuatan baiknya tersebut.
9. Perbedaan Individual
Masing-masing siswa mempunyai karakteristik baik dari segi fisik maupun psikis. Dengan adanya perbedaan ini, tentu minat serta kemampuan belajar mereka tidak sama. Guru harus memperhatikan siswa-siswa tertentu secara individual dan memikirkan model pengajaran yang berbeda bagi anak didik yang berbakat dengan yang kurang berbakat.
2.5 Faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah
Dalam suatu pendidikan begitu banyak faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah. faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah diantanya:
1. Guru
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus betul-betul membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan.
Kewibawaan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki seorang guru. Guru yang mempunyai kewibawaan berarti mempunyai kesungguhan, suatu kekuatan, sesuatu yang dapat membeikan kesan dan pengaruh.
Pengetahuan, teknik mengajar, juga pengalaman-pengalaman tidaklah cukup untuk mempengaruhi seseorang. Ini adalah misteri dalam mengajar, dan sama dengan misteri yang terdapat dalam proses penyembuhan. Seni lebih dari sekedar pengetahuan atau keterampilan. Seni itu melandasi kemampuan untuk penampilan diri.
2. Siswa
Siswa merupakan objek utama dalam proses belajar-mengajar. Siswa dididik oleh pengalaman belajar mereka, dan kualitas pendidikannya tergantung pada pengalamannya, kualitas pengalaman-pengalaman, sikap-sikap, termasuk sikap-sikapnya pada pendidikan. Dan belajar dipengaruhi oleh orang-orang yang dikaguminya.
Di dalam hal ini murid-murid tidak berbeda dengan manusia lain. Dalam kenyataannya, pengalaman murid di luar program akademis sering sama pentingnya atau malah lebih penting di dalam rangka pengaruh pendidikan dan intelektual yang dipelajarinya pada kurikulum reguler.
Oleh karena itu, dalam mengadakan pembelajaran di sekolah murid-murid harus diperhatikan karena merupakan objek yang akan diarahkan.
3. Fasilitas
Di atas kita telah membicarakan masalah siswa, dan kita sekarang berbicara tentang masalah fasilitas. Proses belajar-mengajar akan berjalan lancar kalau ditunjang oleh sarana yang lengkap.
Tahun dua puluhan proses belajar-mengajar berbeda dengan sistem yang sekarang, yang sudah menggunakan banyak alat modern untuk melangsungkan proses belajar-mengajar.
Oleh karena masalah fasilitas merupakan masalah yang esensial dalam pendidikan, maka fasilitas haruslah dilengkapi mulai dari gedung sekolah sampai kepada masalah yang paling dominan yaitu alat peraga (sebagai penjelas dalam menyampaikan pendidikan).
4. Program/tujuan/rencana
Dalam proses belajar-mengajar kita harus mempunyai tujuan yang jelas. Kita harus meneliti apa tujuan pendidikan nasional kita, apa pula tujuan institusionalnya, kulikulernya sampai kepada tujuan yang sangat spesifik sekali (TIK).
Pembelajaran di sekolah tidak akan berhasil jika mengenyampingkan masalah tujuan. Sebaliknya dengan memperjelas tujuan akan lebih mudahlah kepada apa yang kita lakukan.
5. Kurikulum
Kurikulum dalam arti yang luas ialah: Yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Kurikulum sekolah dapat dipandang sebagai bagian dari kehidupan. Oleh karena itu, kurikulum berpengaruh sekali lepada maju mundurnya pendidikan. Kurikulum itu tidak statis, tetapi dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya.
2.6 Masalah dalam pembelajaran di sekolah
Dalam suatu proses pembelajaran di sekolah tentunya selalau diharapkan berjalan dengan lancar, namun permasalahan tetaplah ada. Menurut penelitian pemerintah yang diakukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ada empat masalah pokok yang harus diperbaharui, yaitu:
1. Masalah kuantitas dan pemeratan kesempatan belajar
Masalah ini merupakan masalah yang mendapat prioritas pertama dan utama yang segera perlu digarap, yaitu dengan menciptakan sistem pendidikan yang dapat menampung sebanyak mungkin anak usia sekolah (6-18 tahun). Oleh karena itu, perlu penyediaan fasilitas yang memadai. Untuk mengatasi hal ini pemerintah memang sudah berusaha, yaitu dengan dibebaskannya SD dari SPP sejak tahun 1977 dan dengan menambah SD-SD inpres, dan mungkin nanti ada SMA inpres. Juga dengan telah dibantunya sekolah-sekolah swasta, baik dengan alat-alat pelajaran, gedung, guru, buku-buku paket, dan sebagainya.
2. Masalah kualitas
Kurangnya dana, kurangnya jumlah guru, dan kurangnya fasilitas pendidikan, mempengaruhi merosotnya mutu pendidikan. Pemerintah dalam hal ini telah berusaha meningkatkan kemampuan guru lewat penataran-penataran, dengan menambah fasilitas, menambah dana pendidikan, mencari sistem mengajar yang tepat guna dan sistem evaluasi yang lebih baik.
3. Masalah relevansi
Kurang sesuainya materi pendidikan diatasi dengan menyusun kurikulum baru. Dengan kurikulum baru itulah anak-anak dibina kepribadianya melalui pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum baru yang mendapatkan perhatian khusus.
4. Masalah efisiensi dan keefektifan
Pendidikan harus diusahakan agar memperoleh hasil yang baik dengan dana dan waktu yang sedikit. Ini berarti harus dicari sistem mendidik dan mengajar yang efisien dan efektif.
2.7 Cakupan Materi Pembelajaran
Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran perlu memperhatikan beberapa aspek, yaitu:
a) aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur);
b) aspek afektif; dan
c) Aspek Psikomotorik.
Selain memperhatikan jenis materi pembelajaran juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut
a) keluasan materi, adalah menggambarkan berapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran; dan
b) kedalaman materi, adalah seberapa detail konsep-konsep yang harus dipelajari/dikuasai oleh siswa.
Sebagai contoh, proses fotosintesis dapat diajarkan di SD, SMP, dan SMA, juga di perguruan tinggi, namun keluasan dan kedalaman pada setiap jenjang pendidikan tersebut akan berbeda-beda. Semakin tinggi jenjang pendidikan akan semakin luas cakupan aspek proses fotosintesis yang dipelajari dan semakin detail pula setiap aspek yang dipelajari. Di SD dan SMP aspek kimia dipelajari terbatas tanpa mempelajari reaksi kimianya. Di SMA reaksi-reaksi kimia mulai dipelajari, dan di perguruan tinggi reaksi kimia dari proses fotosintesis semakin diperdalam.
Cukup tidaknya aspek materi dari suatu materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Misalnya, jika suatu pelajaran dimaksudkan untuk memberikan kemampuan kepada siswa tentang ekosistem, maka uraian materinya mencakup penguasaan atas: (1) konsep-konsep/pengertian dalam ekosistem; (2) komponen-komponen ekosistem; dan (3) penerapan pengetahuan tentang ekosistem untuk kesejahteraan manusia.
2.8 Prinsip-prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran
Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip yang dimaksud meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar dan standar isi. Sebagai contoh, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.
Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa satu macam, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan juga harus meliputi satu macam. Misalnya Kompetensi Dasar 6.3 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme, maka kompetensi yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme. Dalam hal ini meliputi kemampuan melihat keragaman tingkat seluler (misalkan membedakan antara sel hewan dan tumbuhan), keragaman jaringan pada hewan dan tumbuhan (membedakan perbedaan macam jaringan yang dimiliki sel hewan dan tumbuhan), begitu juga dengan kemampuan untuk mendeskripsikan macam-macam organ pada tumbuhan dan hewan yang akan menyusun suatu organisme.
Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
2.9 Macam-macam Metode Pembelajaran
1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya.
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.
Pembelajaran adalah perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas mengajar menyangkut peranan seorang guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara pengajar itu sendiri dengan si belajar.
Dalam proses belajar mengajar (PBM) akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik atau anak didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar. Slameto, (2003:109), sedang pendidik adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar-mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Slameto. (2003:123).
Suatu pengajaran akan berhasil secara baik apabila seorang guru mampu mengubah diri siswa dalam arti luas menumbuhkembangkan keadaan siswa untuk belajar, sehingga dari pengalaman yang diperoleh siswa selama ia mengikuti proses pembelajaran tersebut dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadi siswa.
Dalam bukunya Sugandi, dkk (2004:9) menyatakan bahwa pembelajaran terjemahan dari kata “instruction” yang berarti self instruction (dari internal) dan eksternal instructions (dari eksternal). Pembelajaran yang bersifat eksternal antara lain datang dari guru yang disebut teacing atau pengajaran. Dalam pembelajaran yang bersifat eksternal prinsip-prinsip belajar dengan sendirinya akan menjadi prinsip-prinsip pembelajaran.
2.1.1 Definisi belajar
Belajar menurut Aaron Quinn Sartain adalah Suatu perubahan prilaku sebagai hasil pengalaman. Sugandi (2000:4).
Belajar merupakan suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru, berkat pengalaman dan latihan. Pengertian lain belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Slameto, (2003:2).
Belajar merupakan proses dasar perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan – perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Purwanto, dalam Panen (1999:84). mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Belajar merupakan kegiatan orang sehari-hari kegiatan belajar tersebut dapat dihayati atau dialami oleh orang yang sedang belajar.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa belajar merupakan proses yang menghasilkan suatu perubahan ataupun perkembangan dalam hal pengetahuan dan tingkah laku.
2.1.2 Definisi mengajar
Mengajar adalah berkomunikasi antara dua orang atau lebih di mana antara keduanya terdapat saling mempengaruhi melalui pemikiran-pemikiran mereka dan belajar adalah suatu interaksi itu.
Mengajar adalah mengisi pikiran siswa dengan berbagai informasi dan pengetahuan tentang fakta untuk kegunaan pada masa yang akan datang.
Mengajar adalah proses di mana pelajar, guru, kurikulum, dan variabel lain disusun dengan cara sistematis guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi, dari beberapa definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa mengajar adalah proses komunikasi antara dua pihak di mana pihak pertama memberi informasi dan pengetahuan kepada pihak kedua untuk suatu tujuan yang telah ditetapkan.
2.2 Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti: perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya.
2.3 Ciri-ciri Pembelajaran
Ciri–ciri dari pembelajaran dalam bukunya Sugandi, dkk (2000:25) antara lain:
1. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.
2. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.
3. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.
4. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.
5. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.
2.4 Prinsip-prisip Pembelajaran
Prinsip-prinsip pembelajaran dalam bukunya Sugandi, dkk (2000:27) antara lain,
1. Kesiapan Belajar
Faktor kesiapan baik fisik maupun psikologis merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar. Kondisi fisik dan psikologis ini biasanya sudah terjadi pada diri siswa sebelum ia masuk kelas. Oleh karena itu, guru tidak dapat terlalu banyak berbuat. Namun, guru diharapkan dapat mengurangi akibat dari kondisi tersebut dengan berbagai upaya pada saat membelajarkan siswa.
2. Perhatian
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek. Belajar sebagai suatu aktifitas yang kompleks membutuhkan perhatian dari siswa yang belajar. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui barbagai kiat untuk menarik perhatian siswa pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
3.Motivasi
Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif, saat orang melakukan aktifitas. Motivasi dapat menjadi aktif dan tidak aktif. Jika tidak aktif, maka siswa tidak bersemangat belajar. Dalam hal seperti ini, guru harus dapat memotivasi siswa agar siswa dapat mencapai tujuan belajar dengan baik.
4. Keaktifan Siswa
Kegiatan belajar dilakukan oleh siswa sehingga siswa harus aktif. Dengan bantuan guru, siswa harus mampu mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya .
5. Mengalami Sendiri
Prinsip pengalaman ini sangat penting dalam belajar dan erat kaitannya dengan prinsip keaktifan. Siswa yang belajar dengan melakukan sendiri, akan memberikan hasil belajar yang lebih cepat dan pemahaman yang lebih mendalam.
6. Pengulangan
Untuk mempelajari materi sampai pada taraf insight, siswa perlu membaca, berfikir, mengingat, dan latihan. Dengan latihan berarti siswa mengulang-ulang materi yang dipelajari sehingga materi tersebut mudah diingat. Guru dapat mendorong siswa melakukan pengulangan, misalnya dengan memberikan pekerjaan rumah, membuat laporan dan mengadakan ulangan harian.
7. Materi Pelajaran Yang Menantang
Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh rasa ingin tahu. Dengan sikap seperti ini motivasi anak akan meningkat. Rasa ingin tahu timbul saat guru memberikan pelajaran yang bersifat menantang atau problematis. Dengan pemberian materi yang problematis, akan membuat anak aktif belajar.
8. Balikan Dan Penguatan
Balikan atau feedback adalah masukan penting bagi siswa maupun bagi guru. Dengan balikan, siswa dapat mengetahui sejauh mana kemmpuannya dalam suatu hal, dimana letak kekuatan dan kelemahannya. Balikan juga berharga bagi guru untuk menentukan perlakuan selanjutnya dalam pembelajaran.
Penguatan atau reinforcement adalah suatu tindakan yang menyenangkan dari guru kepada siswa yang telah berhasil melakukan suatu perbuatan belajar. Dengan penguatan diharapkan siswa mengulangi perbuatan baiknya tersebut.
9. Perbedaan Individual
Masing-masing siswa mempunyai karakteristik baik dari segi fisik maupun psikis. Dengan adanya perbedaan ini, tentu minat serta kemampuan belajar mereka tidak sama. Guru harus memperhatikan siswa-siswa tertentu secara individual dan memikirkan model pengajaran yang berbeda bagi anak didik yang berbakat dengan yang kurang berbakat.
2.5 Faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah
Dalam suatu pendidikan begitu banyak faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah. faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah diantanya:
1. Guru
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru harus betul-betul membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki kewibawaan.
Kewibawaan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki seorang guru. Guru yang mempunyai kewibawaan berarti mempunyai kesungguhan, suatu kekuatan, sesuatu yang dapat membeikan kesan dan pengaruh.
Pengetahuan, teknik mengajar, juga pengalaman-pengalaman tidaklah cukup untuk mempengaruhi seseorang. Ini adalah misteri dalam mengajar, dan sama dengan misteri yang terdapat dalam proses penyembuhan. Seni lebih dari sekedar pengetahuan atau keterampilan. Seni itu melandasi kemampuan untuk penampilan diri.
2. Siswa
Siswa merupakan objek utama dalam proses belajar-mengajar. Siswa dididik oleh pengalaman belajar mereka, dan kualitas pendidikannya tergantung pada pengalamannya, kualitas pengalaman-pengalaman, sikap-sikap, termasuk sikap-sikapnya pada pendidikan. Dan belajar dipengaruhi oleh orang-orang yang dikaguminya.
Di dalam hal ini murid-murid tidak berbeda dengan manusia lain. Dalam kenyataannya, pengalaman murid di luar program akademis sering sama pentingnya atau malah lebih penting di dalam rangka pengaruh pendidikan dan intelektual yang dipelajarinya pada kurikulum reguler.
Oleh karena itu, dalam mengadakan pembelajaran di sekolah murid-murid harus diperhatikan karena merupakan objek yang akan diarahkan.
3. Fasilitas
Di atas kita telah membicarakan masalah siswa, dan kita sekarang berbicara tentang masalah fasilitas. Proses belajar-mengajar akan berjalan lancar kalau ditunjang oleh sarana yang lengkap.
Tahun dua puluhan proses belajar-mengajar berbeda dengan sistem yang sekarang, yang sudah menggunakan banyak alat modern untuk melangsungkan proses belajar-mengajar.
Oleh karena masalah fasilitas merupakan masalah yang esensial dalam pendidikan, maka fasilitas haruslah dilengkapi mulai dari gedung sekolah sampai kepada masalah yang paling dominan yaitu alat peraga (sebagai penjelas dalam menyampaikan pendidikan).
4. Program/tujuan/rencana
Dalam proses belajar-mengajar kita harus mempunyai tujuan yang jelas. Kita harus meneliti apa tujuan pendidikan nasional kita, apa pula tujuan institusionalnya, kulikulernya sampai kepada tujuan yang sangat spesifik sekali (TIK).
Pembelajaran di sekolah tidak akan berhasil jika mengenyampingkan masalah tujuan. Sebaliknya dengan memperjelas tujuan akan lebih mudahlah kepada apa yang kita lakukan.
5. Kurikulum
Kurikulum dalam arti yang luas ialah: Yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Kurikulum sekolah dapat dipandang sebagai bagian dari kehidupan. Oleh karena itu, kurikulum berpengaruh sekali lepada maju mundurnya pendidikan. Kurikulum itu tidak statis, tetapi dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya.
2.6 Masalah dalam pembelajaran di sekolah
Dalam suatu proses pembelajaran di sekolah tentunya selalau diharapkan berjalan dengan lancar, namun permasalahan tetaplah ada. Menurut penelitian pemerintah yang diakukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ada empat masalah pokok yang harus diperbaharui, yaitu:
1. Masalah kuantitas dan pemeratan kesempatan belajar
Masalah ini merupakan masalah yang mendapat prioritas pertama dan utama yang segera perlu digarap, yaitu dengan menciptakan sistem pendidikan yang dapat menampung sebanyak mungkin anak usia sekolah (6-18 tahun). Oleh karena itu, perlu penyediaan fasilitas yang memadai. Untuk mengatasi hal ini pemerintah memang sudah berusaha, yaitu dengan dibebaskannya SD dari SPP sejak tahun 1977 dan dengan menambah SD-SD inpres, dan mungkin nanti ada SMA inpres. Juga dengan telah dibantunya sekolah-sekolah swasta, baik dengan alat-alat pelajaran, gedung, guru, buku-buku paket, dan sebagainya.
2. Masalah kualitas
Kurangnya dana, kurangnya jumlah guru, dan kurangnya fasilitas pendidikan, mempengaruhi merosotnya mutu pendidikan. Pemerintah dalam hal ini telah berusaha meningkatkan kemampuan guru lewat penataran-penataran, dengan menambah fasilitas, menambah dana pendidikan, mencari sistem mengajar yang tepat guna dan sistem evaluasi yang lebih baik.
3. Masalah relevansi
Kurang sesuainya materi pendidikan diatasi dengan menyusun kurikulum baru. Dengan kurikulum baru itulah anak-anak dibina kepribadianya melalui pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum baru yang mendapatkan perhatian khusus.
4. Masalah efisiensi dan keefektifan
Pendidikan harus diusahakan agar memperoleh hasil yang baik dengan dana dan waktu yang sedikit. Ini berarti harus dicari sistem mendidik dan mengajar yang efisien dan efektif.
2.7 Cakupan Materi Pembelajaran
Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran perlu memperhatikan beberapa aspek, yaitu:
a) aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur);
b) aspek afektif; dan
c) Aspek Psikomotorik.
Selain memperhatikan jenis materi pembelajaran juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut
a) keluasan materi, adalah menggambarkan berapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran; dan
b) kedalaman materi, adalah seberapa detail konsep-konsep yang harus dipelajari/dikuasai oleh siswa.
Sebagai contoh, proses fotosintesis dapat diajarkan di SD, SMP, dan SMA, juga di perguruan tinggi, namun keluasan dan kedalaman pada setiap jenjang pendidikan tersebut akan berbeda-beda. Semakin tinggi jenjang pendidikan akan semakin luas cakupan aspek proses fotosintesis yang dipelajari dan semakin detail pula setiap aspek yang dipelajari. Di SD dan SMP aspek kimia dipelajari terbatas tanpa mempelajari reaksi kimianya. Di SMA reaksi-reaksi kimia mulai dipelajari, dan di perguruan tinggi reaksi kimia dari proses fotosintesis semakin diperdalam.
Cukup tidaknya aspek materi dari suatu materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Misalnya, jika suatu pelajaran dimaksudkan untuk memberikan kemampuan kepada siswa tentang ekosistem, maka uraian materinya mencakup penguasaan atas: (1) konsep-konsep/pengertian dalam ekosistem; (2) komponen-komponen ekosistem; dan (3) penerapan pengetahuan tentang ekosistem untuk kesejahteraan manusia.
2.8 Prinsip-prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran
Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip yang dimaksud meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar dan standar isi. Sebagai contoh, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.
Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa satu macam, maka materi pembelajaran yang harus diajarkan juga harus meliputi satu macam. Misalnya Kompetensi Dasar 6.3 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme, maka kompetensi yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme. Dalam hal ini meliputi kemampuan melihat keragaman tingkat seluler (misalkan membedakan antara sel hewan dan tumbuhan), keragaman jaringan pada hewan dan tumbuhan (membedakan perbedaan macam jaringan yang dimiliki sel hewan dan tumbuhan), begitu juga dengan kemampuan untuk mendeskripsikan macam-macam organ pada tumbuhan dan hewan yang akan menyusun suatu organisme.
Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
2.9 Macam-macam Metode Pembelajaran
1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya.
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.
BAB I PENDAHULUAN KARYA TULIS ILMIAH
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini tak ada yang bisa memungkiri signifikasi pendidikan bagi pengembangan manusia dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Semakin luas wawasan pendidikan, semakin besar kemungkinan kita menimbang dengan lebih baik apa yang harus dikerjakan di masa depan dan bagaimana mengerjakannya dalam rangka menciptakan reformasi dan pemberdayan manusia yang lebih beradab dan santun.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Pembelajaran dalam pendidikan akan berpengaruh kepada pemahaman dan cara berpikir tiap individu, semakin baik pembelajaran dalam pendidikan akan semakin baik pula kualitas pendidikan. Untuk itu, kita perlu memahami pembelajaran yang ada di sekolah guna menaikkan kualitas pendidikan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan Pembelajaran?
2. Apa saja faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah?
3. Apa yang menjadi masalah dalam pembelajaran?
4. Apa saja prinsip-prinsip pembelajaran?
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui definisi dan tujuan pembeajaran.
2. Mengetahui faktor yang terlibat dalam pembelajaran.
3. Mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran.
4. Mengetahui cakupan-cakupan materi dalam pebelajaan.
5. Mengetahui prinsip-prinsip dalam pembelajaran.
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dewasa ini tak ada yang bisa memungkiri signifikasi pendidikan bagi pengembangan manusia dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Semakin luas wawasan pendidikan, semakin besar kemungkinan kita menimbang dengan lebih baik apa yang harus dikerjakan di masa depan dan bagaimana mengerjakannya dalam rangka menciptakan reformasi dan pemberdayan manusia yang lebih beradab dan santun.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Pembelajaran dalam pendidikan akan berpengaruh kepada pemahaman dan cara berpikir tiap individu, semakin baik pembelajaran dalam pendidikan akan semakin baik pula kualitas pendidikan. Untuk itu, kita perlu memahami pembelajaran yang ada di sekolah guna menaikkan kualitas pendidikan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan Pembelajaran?
2. Apa saja faktor yang terlibat dalam pembelajaran di sekolah?
3. Apa yang menjadi masalah dalam pembelajaran?
4. Apa saja prinsip-prinsip pembelajaran?
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui definisi dan tujuan pembeajaran.
2. Mengetahui faktor yang terlibat dalam pembelajaran.
3. Mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran.
4. Mengetahui cakupan-cakupan materi dalam pebelajaan.
5. Mengetahui prinsip-prinsip dalam pembelajaran.
kata pengantar dan daftar isi karya tulis ilmiah
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, hanya berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini hingga selesai.
Makalah ini membahas tentang pembelajaran dalam pendidikan yang dapat kita pelajari dan aplikasikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pembelajaran itu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini, dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.
Karawang, Januari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................... 1
1.3 Tujuan........................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pembelajaran.............................................................................................................. 3
2.1.1 Definisi Belajar................................................................................................. 4
2.1.2 Definisi Mengajar............................................................................................. 5
2.2 Tujuan Pembelajaran................................................................................................. 5
2.3 Ciri-ciri Pembelajaran............................................................................................... 6
2.4 Prinsip-prinsip Pembelajaran.................................................................................... 6
2.5 Faktor-faktor yang Terlibat dalam Pembelajaran..................................................... 9
2.6 Masalah dalam Pembelajaran di Sekolah................................................................ 12
2.7 Cakupan Materi Pembelajaran................................................................................ 14
2.8 Prinsip-prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran............................................. 15
2.9 Macam-macam Metode Pembelajaran.................................................................... 17
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................................. 23
3.2 Saran....................................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 25
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, hanya berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini hingga selesai.
Makalah ini membahas tentang pembelajaran dalam pendidikan yang dapat kita pelajari dan aplikasikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pembelajaran itu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini, dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.
Karawang, Januari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................... 1
1.3 Tujuan........................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pembelajaran.............................................................................................................. 3
2.1.1 Definisi Belajar................................................................................................. 4
2.1.2 Definisi Mengajar............................................................................................. 5
2.2 Tujuan Pembelajaran................................................................................................. 5
2.3 Ciri-ciri Pembelajaran............................................................................................... 6
2.4 Prinsip-prinsip Pembelajaran.................................................................................... 6
2.5 Faktor-faktor yang Terlibat dalam Pembelajaran..................................................... 9
2.6 Masalah dalam Pembelajaran di Sekolah................................................................ 12
2.7 Cakupan Materi Pembelajaran................................................................................ 14
2.8 Prinsip-prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran............................................. 15
2.9 Macam-macam Metode Pembelajaran.................................................................... 17
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................................. 23
3.2 Saran....................................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 25
Jumat, 05 April 2013
kata-kata motivasi
1. Hiduplah setiap hari seolah-olah untuk terakhir kalinya dan anda akan belajar mengembangkan cara penggunaan waktu yang tepat.
2. Bukan suka cita dan bukan pula duka cita yang menjadi tujuan hidup kita, tetapi berbuat, berjuang agar kita setiap hari lebih maju daripada hari yang mendahuluinya.
3. Kalau kita tidak memiliki kekurangan, kita tidak akan demikian senangnya melihat kekurangan orang lain.
4. Lupakan perbuatan anda yang telah lalu, dan taruhlah di dada apa yang sedang anda lakukan sekarang.
5. Jangan menyebut seseorang tidak bahagia sebelum ia mati, jangan menilai suatu pekerjaan yang belum selesai.
2. Bukan suka cita dan bukan pula duka cita yang menjadi tujuan hidup kita, tetapi berbuat, berjuang agar kita setiap hari lebih maju daripada hari yang mendahuluinya.
3. Kalau kita tidak memiliki kekurangan, kita tidak akan demikian senangnya melihat kekurangan orang lain.
4. Lupakan perbuatan anda yang telah lalu, dan taruhlah di dada apa yang sedang anda lakukan sekarang.
5. Jangan menyebut seseorang tidak bahagia sebelum ia mati, jangan menilai suatu pekerjaan yang belum selesai.
Sabtu, 02 Maret 2013
DEFINISI LINGKUNGAN HIDUP
ADA BEBERAPA DEFINISI YANG BERKAITAN DENGAN LINGKUNGAN HIDUP, YAITU:
1. DAERAH DIMANA SESUATU MAKHLUK HIDUP BERADA.
2. KEADAAN/KONDISI YANG MELENGKAPI SUATU MAKHLUK HIDUP.
3. KESELURUHAN KEADAAN YANG MELIPUTI SUATU MEKHLUK HIDUP ATAU SEKUMPULAN MAKHLUK HIDUP, TERUTAMA:
A. KOMBINASI DARI BERBAGAI KONDISI FISIK DI LUAR MAKHLUK HIDUP YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN KEMAMPUAN MAKHLUK HIDUP UNTUK BERTAHAN HIDUP.
B. GABUNGAN DARI KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA YANG BERPENGARUH PADA KEADAAN SUATU INDIVIDU ATAU SUATU PERKUMPULAN/KOMUNITAS MAKHLUK HIDUP.
DARI BEBERAPA DEFINISI DI ATAS, DAPAT KITA AMBIL KESIMPULAN BAHWA LINGKUNGAN HIDUP ADALAH KESATUAN RUANG DENGAN SEMUA BENDA, DAYA KEADAAN, DAN MAKHLUK HIDUP, TERMASUK MANUSIA DAN PERILAKUNYA, YANG MEMPENGARUHI KELANGSUNGAN PERIKEHIDUPAN DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA SERTA MAKHLUK HIDUP LAIN.
1. DAERAH DIMANA SESUATU MAKHLUK HIDUP BERADA.
2. KEADAAN/KONDISI YANG MELENGKAPI SUATU MAKHLUK HIDUP.
3. KESELURUHAN KEADAAN YANG MELIPUTI SUATU MEKHLUK HIDUP ATAU SEKUMPULAN MAKHLUK HIDUP, TERUTAMA:
A. KOMBINASI DARI BERBAGAI KONDISI FISIK DI LUAR MAKHLUK HIDUP YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN KEMAMPUAN MAKHLUK HIDUP UNTUK BERTAHAN HIDUP.
B. GABUNGAN DARI KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA YANG BERPENGARUH PADA KEADAAN SUATU INDIVIDU ATAU SUATU PERKUMPULAN/KOMUNITAS MAKHLUK HIDUP.
DARI BEBERAPA DEFINISI DI ATAS, DAPAT KITA AMBIL KESIMPULAN BAHWA LINGKUNGAN HIDUP ADALAH KESATUAN RUANG DENGAN SEMUA BENDA, DAYA KEADAAN, DAN MAKHLUK HIDUP, TERMASUK MANUSIA DAN PERILAKUNYA, YANG MEMPENGARUHI KELANGSUNGAN PERIKEHIDUPAN DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA SERTA MAKHLUK HIDUP LAIN.
PANAS
SEMUA BENDA MEMUAI APABILA DIPANASKAN DAN AKAN MENYUSUT KEMBALI BILA DIDINGINKAN.
BENDA YANG BAIK MERAMBATKAN PANAS DISEBUT "PENGHANTAR PANAS"
CONTOH: ALUMUNIUM, BESI, BAJA, TEMBAGA, DAN LAIN-LAIN.
BENDA YANG TIDAK BAIK MERAMBATKAN PANAS DISEBUT "PENYEKAT PANAS".
CONTOH: KARET, KAYU, DAN LAIN-LAIN.
SUMBER PANAS UTAMA ADALAH MATAHARI.
BENDA YANG BAIK MERAMBATKAN PANAS DISEBUT "PENGHANTAR PANAS"
CONTOH: ALUMUNIUM, BESI, BAJA, TEMBAGA, DAN LAIN-LAIN.
BENDA YANG TIDAK BAIK MERAMBATKAN PANAS DISEBUT "PENYEKAT PANAS".
CONTOH: KARET, KAYU, DAN LAIN-LAIN.
SUMBER PANAS UTAMA ADALAH MATAHARI.
Langganan:
Postingan (Atom)